Zenius, perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi pendidikan (edutech), menyebutkan akan berfokus pada upaya digitalisasi guru untuk mendorong pembelajaran daring lebih efektif pada 2022.

CEO Zenius Rohan Monga mengatakan hingga saat ini, perusahaan melalui Zenius untuk Guru terus berkolaborasi dengan pemerintah dengan bekerja sama dengan dinas-dinas pendidikan lokal untuk mengadakan lokakarya untuk para guru di daerah.

“Beberapa pemerintah lokal yang pernah bekerjasama dengan Zenius, mulai dari Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, PGRI Aceh, dan lainnya,” katanya, Minggu (22/8/2021).

Lebih lanjut, dia mengklaim merupakan satu-satunya edutech di sektor K12 yang menjadi mitra Kemendikbud Ristek untuk kedua program sekaligus, yaitu Magang dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka.

Baca Juga:  Jaringan Internet di Desa Tablolong Sulit, Orang Tua Titip Anaknya ke Tetangga Karena Tak Punya Gadget

Alhasil, melalui program ini, perusahaan menerima 74 peserta magang yang berasal dari 37 kampus dan 19 Peserta Studi Independen yang berasal dari 9 kampus yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

“Ke depannya, kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah baik di pusat maupun lokal untuk terus membawa dampak positif terhadap para guru dan siswa di seluruh Indonesia,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur internet di Indonesia, perusahaan melakukan beberapa hal, mulai dari menghadirkan konten video yang ramah bandwidth, sehingga konten-konten mereka bisa diakses tanpa bandwidth yang besar, dan bahkan bisa diakses melalui jaringan 3G.

Dia meyakini, hal ini akan membantu siswa-siswa yang belum memiliki jaringan 4G di daerahnya. Sebab, perusahaan disebutkan selalu berusaha untuk menekan ukuran konten video kami tanpa harus mengurangi kualitas video, sehingga konten mereka bisa menjangkau lebih banyak daerah.

Baca Juga:  Fasilitasi Siswa Tak Miliki Gadget, Bogor Gencar Buka Ruang Belajar Online

Rohan menilai, tidak hanya bekerja sama dengan pemerintah, edutech juga perlu bekerjasama secara aktif dengan penyedia layanan telekomunikasi. Hal ini yang menjadi landasan pada 2020, Zenius dan Telkomsel bekerjasama untuk menyelenggarakan Zenius Telkomsel Scholarship Test (ZTST) dan berhasil menjaring 15.000 peserta mulai dari Banda Aceh hingga Timika.

Menurutnya, ragam strategi tersebut memberikan hasil yang cukup sepadan, Sebab, sepanjang tahun ajaran 2020/2021, Zenius memiliki jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users) hingga 913.000.

Ke depan, dia mengatakan perusahaan berkomitmen untuk menjadi AI-first company, dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan ke dalam platform mereka dengan menghadirkan model pembelajaran adaptif (adaptive learning), ZenCore.

Source link

Baca Juga:  Internet Lemot Dikeluhkan Mahasiswa Saat Belajar Daring

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Mohon masukkan nama anda disini