Sejumlah sekolah di Kabupaten Lebak akan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Ini dilakukan lantaran wilayahnya tidak memungkinkan untuk belajar dengan metode jarak jauh.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, sekolah di Kabupaten Lebak tidak seperti di wilayah lain yang berada di kota. Ada sekolah yang berada di gunung dan merupakan area blank spot sinyal.

“Kami minta pelonggaran, daerah Lebak tidak seperti Tangsel (Kota Tangerang Selatan) yang berdekatan, misalnya di Sobang, itu di gunung, kalau daring belum memadai, banyak blank spot,” kata Iti ditemui di Pendopo Kabupaten Lebak, Selasa (7/7/2020).

Masih zona oranye

Kabupaten Lebak saat ini masih berada di zona oranye, kata Iti, sehingga belum diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan mengajar secara tatap muka.

Baca Juga:  Jaringan Internet di Desa Tablolong Sulit, Orang Tua Titip Anaknya ke Tetangga Karena Tak Punya Gadget

Namun, di sebagian wilayah yang sulit sinyal, hal tersebut tidak memungkinkan, sehingga pihaknya meminta pelonggaran kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melaksanakan tatap muka.

Untuk awal, kata dia, akan dikaji sekolah mana yang sudah bisa melaksanakan tatap muka dengan syarat areanya merupakan zona hijau, mengikuti protokol kesehatan, serta ada persetujuan orangtua.

Adapun secara keseluruhan, sekolah di Kabupaten Lebak ditargetkan akan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yang dilakukan bertahap setelah wilayahnya berstatus zona hijau.

“Ketika kita sudah zona hijau maka tahap pertama boleh SMA, dua bulan kemudian SMP, dua bulan kemudian SD. Kalau zona hijau kemungkinan baru September SMP, SD Oktober, TK baru Januari. Arahannya begitu kemarin,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak Wawan Ruswandi.

Baca Juga:  Belajar Online tak Punya Internet, Apa Solusinya?

Source link