TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan ada potensi baru dalam meningkatkan ekspor nasional. Menurutnya, Indonesia untuk saat ini terlalu bergantung kepada produk yang tak memiliki nilai tambah untuk dikirim ke luar negeri.

“Karena game online itu bisa jadi salah satu alternatif produk kita untuk diekspor, selama ini kita mungkin banyak produk ekspor migas dan non migas, produk-produk mentah, setengah mentah,” kata dia dalam acara diskusi daring, Senin, 13 Juli 2020.

Jerry mengatakan, game online bisa dijadikan terobosan lain dalam mendorong ekspor Indonesia. Game online, kata dia, sangat berpotensi karena lebih efisien dan sedikit memerlukan biaya dalam pendistribusiannya.

Lalu faktor lainnya, ucap Jerry, dalam dunia permainan dapat menghubungkan banyak orang dalam satu aplikasi seperti pelaku hingga konsumen. Melalui game, Jerry mengatakan, tak hanya warga Indonesia yang akan terintegrasi melainkan juga warga dunia.

Baca Juga:  7 Mobile Game yang Buat Kamu Betah #Dirumahaja - PitaData.com

Jika berkaca dengan Korea Selatan yang merupakan pemain terbesar game online, Jerry mengatakan, potensi pendapatan yang dapat dihasilkan bagi Indonesia cukup besar. “Itu artinya itu bisa jadi suatu terobosan alternatif, menghasilkan benefit, pemasukan, devisa dan lain sebagainya,” ucapnya.

Indonesia, ucap Jerry, dinilai mampu sebagai pengekspor game online. Karena dirinya mengaku sudah melihat aplikasi digital permainan yang 100 persen dibuat oleh anak bangsa. Oleh karenanya, ke depan akan lebih banyak game online yang dapat diproduksi dan diekspor ke luar.

“Jadi saya pikir hal-hal seperti ini, mungkin ga hanya game online, tapi mungkin hal lain mungkin bisa memberikan lebih banyak dibandingkan komoditas yang konvensional atau tradisional,” tuturnya.

Baca Juga:  Laris Manis, Jumlah Download Netflix di Android Tembus 1 Miliar

Berdasarkan, catatan Badan Pusat Statistik (BPS) neraca perdagangan Mei 2020 mencatatkan surplus US$2,09 miliar, sementara sepanjang Januari-Mei 2020 neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus US$4,31 miliar.

Surplus itu terjadi karena nilai ekspor mencapai US$10,53 miliar atau turun 13,4 persen dari April 2020. Sementara, nilai impor hanya US$8,44 miliar atau anjlok 32,65 persen dari bulan sebelumnya.

Kinerja ekspor ditopang oleh ekspor minyak dan gas (migas) mencapai US$10,53 miliar atau naik 15,64 persen dari bulan sebelumnya. Sementara ekspor nonmigas sebesar US$9,58 juta atau turun 14,81 persen.

Source link