Untuk pertama kalinya, Vivo menjadi vendor smartphone 5G teratas di Asia Pasifik pada kuartal II-2021. Bahkan tiga dari lima vendor smartphone 5G teratas berdasarkan pengiriman untuk wilayah dikuasai brand China.

Menurut analis Strategy Analytics, Yiwen Wu, Vivo adalah vendor smartphone terkemuka di Asia Pasifik, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 215 persen. Vivo telah tumbuh melewati Xiaomi, Oppo, dan Apple selama setahun terakhir untuk mengambil posisi teratas dalam smartphone 5G

“Vivo telah manfaatkan penurunan Huawei, pada kuartal tahun lalu menjual lebih dari setengah dari semua smartphone 5G di kawasan Asia Pasifik, tapi hampir menghilang dari pasar. Kombinasi teknologi terdepan dan harga yang terjangkau telah menjadikan smartphone Vivo menjadi perangkat 5G paling populer di kawasan ini,” kata analis sebagaimana dikutip dari laporan Strategy Analytics.

Baca Juga:  Seperti Ini Tampilan Apple Watch Series 8

Tahun ini, Vivo memang banyak meluncurkan serangkaian smartphone 5G ready atau telah mendukung jaringan baru itu. Pada April 2021, Vivo meluncurkan seri flagship X60 Series dalam dua pilihan yakni standar dan Pro.

Pada Juni 2021, Vivo V21 5G meluncur dengan dukungan System-on-Chip MediaTek Dimensity 800U. Pengguna vivo X60 Series dan V21 5G juga sudah dapat menjalankan software update untuk menikmati jaringan 5G yang tersedia.

Di posisi kedua, ada Xiaomi dengan pengiriman 19,3 persen. Lalu, di posisi ketiga ada Oppo dengan persentase 18,7 persen. Diposisi keempat ada Apple dengan presentase 18.5 persen, dan diposisi kelima ada Samsung dengan presentase 6,6 persen.

Baca Juga:  Update iOS 14, Apple Sematkan Tombol Rahasia di iPhone

“Xiaomi menempati posisi ke-2 dalam pengiriman smartphone 5G di kawasan Asia Pasifik pada Q2 2021. China mendorong pengiriman smartphone 5G Xiaomi, yang naik 286 persen setiap tahun pada kuartal ke-2 tahun 2021. Keluarga smartphone Xiaomi Redmi, dipimpin oleh Redmi Note 9 5G dan Note 9 Pro 5G, serta keluarga Mi dari smartphone 5G. seperti Mi 10 Youth 5G adalah penjual teratas untuk vendor di China,” kata Ville-Petteri Ukonaho, Associate Director di Strategy Analytics.

Sumber: IDXChannel