PitaData.com – Baru-baru ini beredar curhatan salah seorang netizen yang berkisah tentang dirinya magang di sebuah startup dan dibayar upah Rp100 ribu per bulan.

Bukan hanya itu, netizen itu juga mengatakan jika ada anggota yang memilih resign, maka harus membayar denda sebanyak Rp500 ribu.

Curhatan tersebut diunggah netizen dengan nama pengguna @taktekbum seperti dilihat PitaData.com dalam akun bangsamahasiswa di Instagram.

“Startup ini memberikan kami target performa dan tugas ke setiap intern yang mana bebannya sama dengan pegawai fulltime mereka,” tulis netizen yang tak disebutkan namanya itu.

“Soal upah? 100k per-bulan, itupun masih dipotong sekian persen tergantung performa kami,” lanjutnya.

Tak sampai di situ, menurut penuturannya ia juga tak mengerti bagaimana mekanisme pemotongan tersebut karena sangat tidak transparan.

Baca Juga:  Startup Weekend Indonesia Bantu Anak Muda Mengadaptasi Teknologi

“Ada beberapa teman kami yang kerjanya on track, tapi pada akhirnya cuma terima sekitar 100k untuk 3 bulan magang,” paparnya.

Netizen itu mengaku bahwa dalam kontrak yang telah ditandatangani, tidak ada yang menjelaskan perihal pemotongan gaji sesuai dengan performa.

Ia mengatakan bahwa dalam kontrak dikatakan jam kerja hanya 20 jam per Minggu, akan tetapi menurutnya itu tidak sesuai dengan kenyataan.

Mereka para peserta magang dipekerjakan melewati batas apabila target yang diberikan tidak tercapai.

Tak hanya itu, dirinya mengaku mendapat tekanan dan target tanpa dibimbing sama sekali oleh mentor.