Pagebluk virus corona telah memberikan dampak yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga perekonomian.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah di seluruh dunia untuk meredam penyebaran virus serta membuat kebijakan-kebijakan baru untuk mengatasi krisis ekonomi global.

Teknologi blockchain pun diandalkan untuk menangani virus serta memulihkan kondisi perekonomian global yang terancam krisis karena perlambatan kegiatan ekonomi. Investasi aset kripto adalah salah satu pemanfaatan blockchain.

“Menyimpan aset digital saat ini adalah saat yang paling tepat. Semakin banyak blockchain mulai diadopsi, semakin besar pula aset digital yang akan di adopsi dan beredar di masyarakat. Saat blockchain diimplementasikan dalam sektor bisnis maka pasti ada keuntungan yang diambil,” kata Yansen, Direktur Eksekutif Narfex.com dalam keterangannya, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga:  Bos BI: Rupiah Digital akan Diedarkan Melalui Teknologi Blockchain

” Blockchain tanpa cryptocurrency hanyalah sebuah inovasi basis data. Maka tentu proses
transaksi agar aman dan efisien hanya dengan aset digital. Perusahaan yang menciptakan platform berbasis blockchain tersebut bisa membuat token kripto sendiri,” jelas dia.

Menurut Yansen, kini semakin terbuka kesempatan untuk masyarakat mulai simpan aset di blockchain. Selain akan adopsinya akan terus meningkat, menyimpan aset digital juga menjaga nilai aset, bahkan meningkatkannya karena rasio inflasinya rendah.

Yansen menyarankan untuk mulai membeli aset digital dengan harga terjangkau. Narfex sendiri telah meluncurkan token kriptonya dengan satuan NRFX.

Token Narfex dibuat di atas infrasuktur blockchain yang sudah ada, yaitu blockchain ethereum sehingga terjamin keamanannya.

Baca Juga:  Platform Gim Berbasis Blockchain Bidik Pasar Indonesia

Saat ini Narfexbsudah dalam tahap public pre sale, masyarakat dapat membelinya seharga 0,1 dollar AS atau setara dengan Rp 1.500 untuk per tokennya.

“Fungsi Token Narfex sama seperti aset digital lainnya, sebagai penyimpan nilai, jaringan pembayaran, bahkan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran. Jumlahnya terbatas, ada 200 juta NRFX dan tidak akan ditambah lagi,” jelas Yansen.

Dia mengatakan, Narfex juga memberlakukan kebijakan defisit karena perusahaan akan tumbuh setiap bulan dengan melakukan buyback token untuk tujuan deflasi, sehingga token mengarah pada harga yang lebih tinggi dan meningkatkan permintaan untuk koin yang tersisa.

“Dengan pertumbuhan industri crypto, NRFX akan tumbuh lebih efisien, karena permintaan untuk pertukaran dan peningkatan volume perdagangan koin juga meningkat, ditambah dengan kebijakan buyback, koin mampu tumbuh 25 persen lebih efisien daripada aset kripto lainnya,” ungkap Yansen.

Baca Juga:  Naikkan Infrastruktur Blockchain, Perusahaan Penambang Kripto Rogoh Kocek Ratusan Miliar

Source link