Vivere terus mengawal upayanya untuk melakukan transformasi digital. Dalam waktu dekat, perusahaan yang bergerak di bidang solusi interior dan furnitur tersebut berencana memanfaatkan fitur data analytics (DA) yang ada pada komputasi awan atau cloud Amazon Web Services (AWS).

Chief Information Officer Vivere, Donny Fernando mengatakan, komputasi awan AWS memiliki beberapa peralatan atau tools yang dapat mempermudah penggunanya dalam melakukan analisis data.

“Dengan adanya tools yang ada di AWS ini bisa mempercepat kami udan mempermudah kami dalam mengolah data-data yang ada,” kata  Donny dalam media briefing yang dihelat secara virtual, Senin (20/7).

Pemanfaatan komputasi awan bukan merupakan hal yang benar-benar baru bagi Vivere. Sebelumnya, Vivere sudah melakukan proses migrasi infrastruktur teknologi informasi (IT) yang dimilikinya ke komputasi awan AWS pada tahun 2019. Proses pemindahan infrastruktur IT perusahaan ke komputasi awan AWS sudah terlaksana sepenuhnya pada akhir Desember 2019 lalu.

Baca Juga:  Teknologi Realitas Maya untuk Cegah Demensia

Pemanfaatan komputasi awan, menurut Donny, datang dengan beragam manfaat. Pada sisi keamanan misalnya, serangkaian tools yang ada pada komputasi awan AWS membuat  keamanan pusat data atawa data center perusahaan menjadi lebih terjaga, baik secara fisik maupun nonfisik. Dengan demikian, permasalahan seputar konektivitas serta ketersediaan layanan atau availability services  tidak lagi menjadi persoalan.

Di sisi lain, pemanfaatan kapasitas infrastruktur IT juga menjadi lebih efisien, sebab perangkat tools yang ada ada komputasi awan AWS memungkinkan Vivere untuk mengatur penggunaan kapasitas infrasturktur IT sesuai dengan tingkat pertumbuhan bisnis yang ada.

Selain itu, penggunaan komputasi awan juga bisa meminimalisir risiko downtime akibat beberapa gangguan seperti kegagalan pada perangkat keras atawa hardware failure serta sebab-sebab lainnya.

Baca Juga:  Digital Mediatama Maxima (DMMX) telah serap capex Rp 111 miliar di semester I-2020

Asal tahu saja, sebelum ‘bermigrasi’ ke komputasi awan AWS, Vivere sempat beberpaa kali mendapati permasalahan hardware failure. Akibatnya, proses penerimaan pesanan, penyelesaian pesanan, serta pengiriman pesanan furnitur ke pelanggan menjadi terhambat dengan kisaran rata-rata downtime selama 6 jam.

Berbekal pengalaman yang ada, Vivere ingin berkembang dan melakukan transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi komputasi awan. Salah satu caranya ialah dengan memanfaatkan fitur-fitur Data Analytics pada komputasi awan AWS.

Saat ini, Vivere tengah melakukan pengkajian mendalam mengenai rencana implementasi penggunaan Data Analytics ke depan.

“Sekarang sudah tahap pembuatan road map dan strateginya, target kami tahun ini kita sudah mulai masuk ke sana, semoga tahun depan kami sudah bisa optimized di sana,” ujar Donny.

Baca Juga:  Indonesia Menuju Kecerdasan Artificial

Source link