Dua unicorn e-commerce Indonesia, Tokopedia dan Bukalapak, menandatangani nota kesepahaman untuk membangun marketplace halal online dan produk keuangan yang sesuai syariah, seperti dilansir Medcom. Pembangunan marketplace halal ini merupakan program Master Plan Ekonomi Islam Indonesia lima tahun yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), dan merupakan bagian dari upaya untuk mengakomodasi kebutuhan umat Islam di Indonesia.

Nantinya di marketplace halal ini, akan memudahkan pengguna Tokopedia dan Bukalapak untuk menemukan dan mengidentifikasi produk dengan nomor sertifikasi halal, dan juga menyediakan akses ke masing-masing perusahaan reksa dana yang sesuai syariah.

Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia memproyeksikan bahwa negara kita akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2045 dan KNKS mendorong para pemain industri teknologi lainnya untuk mengembangkan dan memperkenalkan layanan untuk mendorong pertumbuhan konsumsi bagi umat Muslim.

Baca Juga:  Mengenal Ragam Regulasi Jenis-jenis Fintech

Master Plan Ekonomi Islam Indonesia adalah program yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi berbasis syariah Indonesia. Indonesia saat ini berada di peringkat 10 dalam Indikator Ekonomi Islam Global, jauh di bawah Malaysia dan UEA, meskipun Indonesia adalah rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia.

Berbicara kepada pers setempat kemarin di acara pembukaan master plan, Presiden Joko Widodo menyebutkan empat strategi kunci untuk meningkatkan ekonomi berbasis syariah negara itu. Salah satu poin utamanya adalah memperkuat ekonomi digital, terutama melalui platform e-commerce dan fintech.

Selain Tokopedia dan Bukalapak, platform fintech milik negara, LinkAja, juga merupakan bagian dari program master plan. Ini akan mengembangkan platform pembayaran digital dan uang elektronik yang sesuai syariah, yang disebut LinkAja Shariah, guna menangani transaksi untuk marketplace halal, produk keuangan Islam, pariwisata halal, dan kanal terkait lainnya.

Baca Juga:  5 Terpopuler Teknologi, Gojek Terapkan Verifikasi Wajah bagi Mitra Pengemudi dan Kemenkominfo Sebut Belum Ada Laporan Pelanggaran Soal TikTok

LinkAja, yang merupakan konsorsium badan usaha milik negara, telah berjanji akan meluncurkan platform pembayaran mobile sendiri awal tahun ini. Namun, peluncuran telah ditunda tiga kali. LinkAja sekarang dijadwalkan untuk diluncurkan pada bulan Juni. Mitra syariahnya akan diperkenalkan pada bulan Agustus.