Acara Bobo Creative Week dihadiri dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Pak Nadiem Makarim.

Setelah itu ada Kelas Menulis Cerpen dan Dongeng, dilanjutkan pula dengan nostalgia bersama Majalah Bobo.

Nah, pukul 13.30 – 15.00 tadi ada kelas online khusus untuk guru dengan tema “Menggali Kreativitas Guru dalam Mengajar di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru”.

Materi untuk para guru ini disampaikan oleh Pak Eko Nugroho selaku Game-based learning expert dan juga pendiri dari Yayasan Ludenara.

Ada banyak hal yang disampaikan oleh Pak Eko yang bisa memberi inspirasi para guru untuk semakin kreatif dalam mengajar selama pandemi ini.

Salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan melalui game.

Berikut ini adalah tips menjadikan game sebagai media edukasi seru dan menarik dari Pak Eko Nugroho.

Yuk, simak!

Guru di Era Baru Seperti Apa?

Baca Juga:  Facebook Akuisisi Studio Game VR Beat Games

Jadi, sebenarnya guru adalah siapapun yang terlibat dalam proses pendidikan. Itu artinya guru bukan hanya pengajar di sekolah, tapi orang tua di rumah juga merupakan guru.

Guru yang baik adalah guru yang bisa memanusiakan, memerdekakan, dan membahagiakan siswanya.

Selalu berikan teladan, dorongan, kebebasan, dan apresiasi untuk anak-anak.

Salah satu cara yang bisa dilakukan agar bisa menjadi guru yang baik adalah dengan pendekatan melalui game.

Ternyata game bisa menjadi media edukasi seru yang diberikan oleh guru pada anak-anak. Asalkan pandangan utamanya tidak menjadikan game sebagai media penghibur saja.

Jauh dari itu, game bisa membuat kita memandang atau melihat sesuatu dengan cara yang berbeda.

Game juga bisa menjadi kegiatan pemecahan masalah dengan pendekatan yang menyenangkan.

Dari sini kita bisa tahu kalau game bisa menjadi media edukasi yang baik di era kemajuan teknologi seperti saat ini.

Baca Juga:  Google Stadia Resmi Meluncur, Ini 22 Game yang Bisa Dimainkan

Pembelajaran Berbasis Game

Ada lima urutan besar dalam melakukan pembelajaran berbasis game.

Pertama adalah rencana sesi. Sebenarnya ini sama seperti saat para guru menyusun rencana proses pembelajaran, hanya saja di sini menggunakan game sebagai media utama.

Kedua adalah diskusi pembuka. Di tahapan ini guru bisa menjelaskan cara bermain, bercerita tentang latar belakang dibuatnya game, dan bisa juga mengajak siswa untuk melakukan percobaan permainan.

Ketiga adalah sesi bermain game. Tugas guru dalam sesi ini adalah mengobservasi jalannya game sambil memberikan informasi yang relevan dengan pembelajaran.

Selain itu, guru juga harus menjaga suasana bermain game tetap kondusif agar efek yang didapatkan sesuai dengan harapan.

Keempat adalah diskusi penutup dan tugas. Karena ini merupakan pembelajaran berbasis game, setelah bermain siswa harus diajak untuk berdiskusi.

Baca Juga:  Google Stadia Uji Streaming Game 4G dan 5G di Ponsel Android

Diskusikan pengalaman yang anak-anak rasakan saat bermain. Kemudian berikan poin-poin pembelajaran yang ingin diterapkan.

Kelima adalah Evaluasi. Di sinilah peran guru untuk melihat poin-poin yang harus ditambahkan atau dikurangi di dalam game.

Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran berbasis game bisa lebih efektif lagi untuk anak-anak.

Nah, itu tadi adalah garis besar materi yang diberikan oleh Pak Eko Nugroho.

Ternyata belajar tidak harus selalu melalui buku atau tugas-tugas yang selama ini kita lakukan di sekolah.

Karena itu, para guru diharapkan bisa membawa pembelajaran berbasis game pada anak-anak agar lebih menyenangkan.

Saat anak-anak merasa senang, maka ia akan semakin tertarik dengan materi-materi yang diberikan.

O iya, masih ada banyak rangkaian acara di Bobo Creative Week, lo. Jangan sampai terlewat, ya!

Source link