TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO – Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, seluruh sekolah baik PAUD, SD, SMP, hingga SMA baik negeri maupun swasta di Banyumas masih memberlakukan pembelajaran daring.

Hal itu ditegaskan oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein yang tidak membolehkan pelajaran tatap muka di dalam kelas.

Namun demikian pada kenyataan di lapangan tidak semua siswa ataupun orangtua yang mempunyai perangkat gadget atau teknologi yang mendukung pembelajaran secara daring.

Oleh sebab itu ada sebuah terobosan dan keringanan dimana, guru boleh mendatangi siswa ke rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Irawati menjelaskan jika pembelajaran daring tidak semua siswa mampu dan bisa menyediakan.

Atau punya jenis handphone yang bisa untuk pembelajaran daring.

Selain itu tidak semua wilayah ada jaringan internet.

“Guru boleh mendatangi siswa tapi maksimal 5 sampai 10 anak dan di khususkan bagi anak-anak yang tidak memiliki perangkat gadget atau jaringan internet yang susah,” ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/7/2020).

“Kalau tidak punya masa harus dipaksakan, kan kasihan,” imbuhnya.

Irawati menegaskan bahwa guru boleh mendatangi siswa ke rumah asalkan siswa tersebut memang benar-benar kesulitan belajar.

Source link