virtual reality kedokteran gigi

PitaData.com –┬áPenerapan teknologi virtual reality dalam bidang kedokteran telah memberi kemudahan dalam pelatihan dan penyerapan materi bagi dokter maupun calon dokter. Kemungkinan akan dilakukannya pelatihan berulang dapat memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi mereka mencapai tingkat yang diinginkan, bahkan lebih. Dengan luasnya implementasi teknologi dalam dunia kesehatan, kedokteran gigi menjadi salah satu yang memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi imersif tersebut.

Kebutuhan praktik merupakan elemen penting dalam upaya untuk memberikan pelayanan dan perawatan maksimal kepada pasien. Kondisi pandemi yang mengharuskan adanya pembatasan interaksi fisik menciptakan keterbatasan dalam melakukan praktik bagi para calon dokter. Kehadiran teknologi virtual reality menjadi solusi inovatif dalam memberikan platform simulasi praktik bagi para calon dokter.

Baca Juga:  Apple Targetkan jadi Perusahaan Bebas Karbon pada 2030

Sebagai dunia virtual yang dapat dimodifikasi, pelatihan dengan virtual reality juga memberi keleluasaan dalam melakukan berbagai prosedur seperti menggunakan pisau bedah dan bor serta melakukan simulasi pemasangan implan gigi pada seorang pasien virtual. Pemasangan implan gigi sendiri merupakan salah satu prosedur yang diterapkan dalam simulasi virtual tersebut.

Pada awal pertengahan tahun 2021, dua dosen asal Indonesia yang mengajar di Amerika berkontribusi dalam membuat platform untuk menunjang pendidikan kedokteran gigi. Tujuan awal produk adalah memberi wadah bagi mahasiswa untuk melakukan praktik dari rumah, terutama dengan adanya pandemi. Simulasi yang dihadirkan merupakan penggunaan alat-alat dalam prosedur-prosedur yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Platform yang dibentuk tersebut diharapkan dapat menjadi pendamping bagi para mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam prosedur sulit yang membutuhkan pelatihan berulang guna memberi pelayanan kesehatan terbaik bagi para pasien. Selain itu juga menjadi solusi yang mengatasi tantangan di masa pandemi dalam memenuhi kebutuhan siswa untuk meningkatkan kompetensinya melalui praktik dan pelatihan prosedur.

Baca Juga:  Netflix Lampaui 1 Miliar Unduh di Google Play

Salah satu kemudahan yang dihadirkan virtual reality dalam dunia kedokteran adalah fitur multiplayer. Murid dan pengajar dapat melakukan interaksi di dunia virtual sebagaimana praktik sesungguhnya dilakukan. Hal ini telah diterapkan dalam ARULAB Bathing Patient VR, sebuah produk kolaborasi antara Arutala dengan FKKMK UGM. Calon perawat tidak hanya mengikuti prosedur dan melakukan praktik, namun pengawas juga dapat terlibat langsung. Menjadikan simulasi praktik lebih kolaboratif dan termonitor dengan baik guna meningkatkan kompetensi para mahasiswa

Berbicara mengenai penerapan virtual reality dalam bidang kedokteran tidak luput dari inovasi Aryaguna yang fokus mengembangkan platform simulasi virtual untuk menunjang kebutuhan praktik para tenaga kesehatan. Melihat dari perkembangan yang telah ada, Indonesia menjadi inovator yang tidak tertinggal dalam teknologi di bidang kesehatan. Tentu yang telah di ciptakan startup nasional tersebut merupakan satu dari sekian banyak inovasi yang dapat kita nantikan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Alibaba Cloud: Banyak Perusahaan Indonesia Berinvestasi ke AI