Halodoc dan Alodokter menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong transaksi, meski pandemi Covid-19 mereda. Di Indonesia, kasus harian positif virus corona mulai menurun.

Startup kesehatan Halodoc menyiapkan setidaknya dua strategi untuk mendongkrak transaksi, meski pandemi corona mereda. Cara yang dimaksud yakni:

1. Menggencarkan inovasi

VP Government Relations dan Corporate Affairs Halodoc Adeline Hindarto mengatakan, perusahaan tetap berkomitmen mengembangkan layanan baru guna memperluas manfaat. Saat ini, Halodoc menyiapkan solusi baru berbasis home service dan drive thru.

2. Menggencarkan kolaborasi

Halodoc berfokus memperluas ekosistem. “Dengan berbagai inovasi layanan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas-sektor, kami berharap Halodoc dapat terus menjadi andalan,” kata Adeline kepada Katadata.co.id, Senin (6/9).

Baca Juga:  Strategi Bukalapak Kejar Profit: Sasar Daerah hingga Superapp

Halodoc mencatatkan peningkatan pengguna dua kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang tahun lalu. Sedangkan dari transaksi yakni:

  • Layanan konsultasi online (telemedicine) melonjak 10 kali lipat
  • Jumlah pembaca di laman informasi atau artikel kesehatan meningkat dua kali lipat
  • Transaksi di toko kesehatan melonjak lima kali lipat
  • Buat janji dengan dokter meningkat tiga kali lipat
  • Tes Covid-19 digunakan oleh 600 ribu lebih pengguna

Saat ini, Halodoc menggaet 18 juta pengguna dan 20 ribu lebih dokter. Selain itu, terdapat lebih dari 4.000 penyedia layanan mulai dari rumah sakit hingga apotek di platform.

Halodoc juga masuk dalam daftar 100 perusahaan penyedia layanan kesehatan digital top dunia, berdasarkan The Healthcare Technology Report. Startup kesehatan ini menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan salah satu dari dua perusahaan terpilih dari Asia, untuk kategori consumer healthtech.

Baca Juga:  Delapan Sutradara Bikin Film Virtual Reality Usung Disabilitas

Sedangkan Alodokter meraih YouTube Gold Play Button, karena saluran (channel) meraih 1,3 juta subscribers dan 8 juta penonton per bulan. Startup kesehatan ini memiliki lebih dari 30 juta pengguna atau meningkat 200% dalam dua tahun terakhir.

Untuk terus mendorong transaksi di tengah penurunan kenaikan kasus harian positif Covid-19 di Indonesia, Alodokter menyiapkan tiga strategi:

1. Memposisikan diri dari kacamata pengguna

2. Progresif dan selalu melihat peluang inovasi teknologi

Salah satunya, memperluas ekosistem yang didukung oleh teknologi informasi terbaru seperti kecerdasaran buatan alias artificial intelligence (AI).

3. Kolaborasi

Co-Founder sekaligus Director Alodokter Suci Arumsari menyampaikan, kolaborasi merupakan strategi kunci. Yang terbaru, startup ini berkolaborasi dengan platform teknologi finansial (fintech) pembayaran ShopeePay.

Baca Juga:  Blockchain Bagikan "Jutaan Dolar" bagi Pengguna Crypto

“Kolaborasi ini akan memudahkan pasien dalam bertransaksi secara aman dan praktis,” kata Suci dalam siaran pers, pekan lalu (2/9).

Alodokter pun berpartisipasi dalam kampanye 9.9 Super ShopeePay Deals. Seluruh pengguna bisa menikmati promosi berupa uang kembali (cashback) 100% selama 28 Agustus – 8 September. Selain itu, transaksi di Alodokter Rp 99 menggunakan ShopeePay.

Sumber: KataData