Jakarta, CNN Indonesia —

Tim astrofisika NASA mengklaim telah membuat sistem berbasis algoritma artificial intelligence (AI) yang mampu mendeteksi nasib seluruh sistem bintang. Sistem itu diberi nama SPOCK (Stability of Planetary Orbital Configurations Klassifier/Kecerdasan buatan yang mampu menghitung ruang atau jarak antara planet)

Astrofisika NASA Daniel Tamayo menjelaskan SPOCK diklaim bisa memprediksi jalur planet ekstrasurya, artinya sistem mampu menentukan planet mana yang akan tetap stabil dan akan menabrak planet atau bintang lain.

Melansir Futurism, Rabu (15/7), SPOCK diklaim jauh lebih akurat dan memiliki skala yang lebih besar dalam menentukan nasib planet atau bintang dibandingkan dengan sistem lain.

Baca Juga:  Iklan Google Mars Perseverance Rover divisualisasikan menggunakan gambar

Sejak planet ekstrasurya pertama ditemukan pada 1995, Tamayo berkata para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 4.000 dunia di tempat lain. Lebih dari 700 di antaranya berada dalam sistem bintang yang berisi lebih dari satu planet sehingga berpotensi hancur karena bertabrakan.

Melansir situs resmi Universitas Princeton, SPOCK dapat menentukan stabilitas jangka panjang dari konfigurasi planet sekitar 100.000 kali lebih cepat dari pendekatan sebelumnya.

“Metode baru ini akan memberikan jendela yang lebih jelas ke arsitektur orbital sistem planet di luar kita sendiri,” kata Tamayo.

Ahli astrofisika dari NASA Exoplanet Archive, Jessie Christiansen mengatakan SPOCK sangat membantu untuk memahami beberapa sistem planet yang samar dan jauh, yang baru-baru ini ditemukan oleh teleskop Kepler.

Baca Juga:  Mengapa NASA hingga Elon Musk melarang aplikasi ZOOM?

Selain itu, SPOCK dinilai akan memungkinkan peneliti untuk mengesampingkan potensi komposisi dan konfigurasi planet yang secara dinamis tidak stabil dan memungkinkan prediksi lebih tepat dan pada skala yang jauh lebih besar daripada yang sebelumnya tersedia.

(mik/mik)

[Gambas:Video CNN]





Source link