Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID. TRIBUN – Polres Sukabumi menahan empat pelaku pencurian perangkat menara (tower) base transceiver station (BTS). Kapolres Sukabumi, AKBP M Lukman Syarif, mengatakan, keempat orang itu sudah beberapa kali mencuri modul BTS provider.

“Modul ini mereka curi malam hari. Kami tangkap satu tersangka itu pertama kali pada 8 Juli pukul 01.00 dini hari,” ujar Lukman dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Selasa (14/7).

Awalnya, kata Lukman, polisi menangkap satu orang warga Melati Raya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, SF (29) di pintu tol Cigombong, Bocimi.

Setelah penangkapan itu kasus dikembangkan melalui kerja sama dengan Polda Metro Jaya hingga akhirnya tiga orang lagi dibekuk.

Keempat orang tersangka tersebut berinisial SF (29), YI (39), AS (26 dan YD (44). Dari tangan tersangka polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya 16 perangkat modul tower, satu unit kendaraan roda empat, satu set kunci L, lima obeng, dua kunci BTS, dan tiga kunci PAS.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara, untuk harga (modul) satu BTS itu Rp 3 hingga Rp 5 juta,” katanya.

Salah seorang pelaku, YI, mengaku hanya butuh lima menit untuk mencuri perangkat tower tersebut. “Cuma lima sampai sepuluh menit pak,” ucap YI saat ditanya polisi pada konferensi pers tersebut.

Akibat pencurian modul tersebut, sekitar 1.000 pelanggan Indosat Ooredoo di Kabupaten Sukabumi terkena gangguan jaringan.

Vice President Head of Jabodetabek Field Engineers at Indosat Ooredoo, Doly Simbar, mengatakan, akibat pencurian BST itu, pengguna jaringan Indosat tidak bisa berselancar di Google atau pun menggunakan internet, meskipun jaringan di telepon seluler muncul sinyal 4G.

“Kalau misalkan kita (punya) sinyal 4G, namun kosong tidak bisa masuk internet. Per daerah itu sekitar 1.000 pelanggan, kerugian secara materil untuk satu modul itu Rp5 juta,” kata Dory kepada wartawan di Mapolres Sukabumi.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Doly akan memperketat penjagaan di setiap tower melalui kerja sama keamanan dengan polisi.

“Kami ke depan akan tempatkan teman-teman servis para duta dan bekerja sama dengan kepolisian agar tidak terjadi hal serupa,” ujarnya.





Source link