TRIBUNBATAM.id, BATAM – Ketua Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PDT-FSPMI) dan juga Driver Online R2 Kota Batam, Gusril, meminta agar pemerintah memfasilitasi seruan pekerja driver GoJek.

“Sebab, jelas bahwa sesuai Permenhub 112 itu dibunyikan setiap perselisihan yang terjadi antara pengusaha aplikasi dan driver pemerintah harus hadir. Untuk itu, kami minta Pemko Batam dan DPRD Kota Batam bantu kami. Hak-hak kami dikebiri dengan kebijakan yang menurut kami tidak masuk akal,” ungkap Gusril Kamis (9/7/2020).

Gusril mengatakan, kebijakan pengusaha GoJek sangat merugikan mereka.

Sebab, syarat dan ketentuan yang diberikan tidak sesuai kemampuan yang ada.

“Sekarang wabah atau dampak Corona sangat terasa sekali. Tetapi adanya kebijakan ini kami sangat berat. Untuk itu, secara serentak Senin kami akan aksi unjuk rasa. Surat pemberitahuan sudah kami sampaikan kepada polisi,” kata dia.

Datangi Gedung Dewan

Driver Gojek Batam menyampaikan aspirasi mereka ke gedung DPRD Batam, Kamis (9/7/2020).

Mereka mengaku dirugikan dengan kebijakan baru yang ditetapkan oleh perusahaan transportasi online tersebut.

Ratusan driver Gojek Indonesia di Batam memadati jalan Engku Putri dari depan gerbang DPRD dan Kantor Wali Kota Batam.

“Kepada bapak dewan di sini, mohon bantu kami. Anak, istri kami di rumah butuh makan. Kalau hanya memperkaya mereka dengan kebijakan yang tak pro kami, nasib kami mau ke mana,” kata mereka, Kamis (9/7/2020).

Kedatangan para driver Gojek ini disambut anggota DPRD Batam Utusan Sarumaha, Tan A Tie dan beberapa lainnya di lobi Gedung DPRD Batam.

Agar situasi kondusif, para anggota dewan itu meminta perwakilan driver Gojek masuk ke gedung DPRD.

“Kita bicarakan baik-baik,” ajak Utusan.

Setelah masuk, para perwakilan menceritakan kronologis hingga mereka ke gedung aspirasi masyarakat itu. Setelah mendengar unek-unek para driver, Utusan meminta semuanya menahan diri.

“Kita akan panggil semua pihak-pihak dalam waktu dekat. Kami akan sampaikan ini kepada Ketua Komisi I dan segera kami hubungi,” kata dia.

“Pada prinsipnya, kami memahami apa keluhan teman-teman. Kita pastikan akan hearing soal seruan masyarakat. Berikan kami waktu untuk menjadwalkan,” timpal Tan A Tie.

Tiga Tuntutan Driver

Sejumlah driver aplikasi Gojek mengancam akan melakukan aksi damai, Senin (13/7/2020) mendatang.

Seirang driver Gojek Rezky Law mengatakan, skema insentif yang diterapkan aplikasi transportasi kenamaan itu dianggap merugikan mereka.

“Alasan keberatan kami yang pertama skema insentif atau bonus yang diubah. Jika semula 120 poin turun ke 100 poin, lalu ke 80 poin ke 60 poin dan dihilangkan saat ini. Kami sangat dirugikan atas kebijakan ini, pendapatan kami kurang. Makanya sedang kami masukan surat pemberitahuan untuk aksi damai kami Senin nanti,” kata Rezky Kamis (9/7/2020).

Selain itu, Gojek juga mengharuskan mereka kerja mulai dari jam 08.00 pagi setiap hari.

Bahkan, atas kebijakan ini beberapa driver di Batam tidak melayani penumpang alias mogok sementara.

“Kami tutup akun kami sementara. Sampai ada solusi dari Gojek. Karena kebijakan ini sangat merugikan kami. Sudahlah pendapatan berkurang karena dampak corona, ditambah dengan kebijakan yang memberatkan pendapatan kami,” ujar Zack, driver lain.

Adapun tuntutan mereka antara lain:

Pertama, menghapus seluruh kebijakan skema baru insentif.

Kedua, tidak melakukan pemotongan 20 persen dari pendapatan mereka per pesanan termasuk kepada pelanggan

Ketiga, teman-teman yang ketahuan menjadi joki dan kena suspend dibuka akunnya kembali.

“Karena mereka sudah menaruh harapan hidup di Gojek. Jangan justru memberatkan kami. Yang 20 persen itu, kami dipotong 20 persen dari total bayar setiap pelanggan dan juga memotong pelanggan 20 persen. Ini sangat memberatkan sekali,” kata mereka.

Sementara itu, wartawan sedang menghubungi pihak Gojek guna konfirmasi.

Ketika dikonfirmasi beberapa pengurus GoJek di Batam belum berhasil.

Source link