Zhang Yiming adalah sosok di balik aplikasi TikTok yang tengah tenar. Aplikasi untuk kalangan remaja itu memang lagi jadi buah bibir di mana-mana. Nilai valuasi perusahaan induk ByteDance mencapai 105-110 miliar dolar AS. Sebelum sukses dengan perusahaannya, ternyata ByteDance bukanlah startup pertamanya. Perjuangannya Zhang untuk membuat perusahaannya tenar ternyata tidak mudah. Dirinya bahkan terus menerus merasakan pahitnya 20 kali ditolak investor.

Di tahun 2009, Zhang mencoba membuat media sosial Fanfou. Aplikasi itu merupakan layanan mikro blogging yang serupa dengan Twitter. Tapi ternyata proyeknya ini mengalami kegagalan. Pria kelahiran 1983 itu kemudian membuat startup lain yang ia beri nama 99fang.

99fang adalah sebuah platform pencarian properti di China. Karyanya ini mampu bertahan cukup lama di masyarakat. Tetapi di tahun 2011, Zhang melihat adanya perubahan pengguna internet dari komputer ke smartphone. Melihat peluang itu, Zhang kemudian mencoba membuat ByteDance di tahun 2012.

Baca Juga:  Kapitalisasi Pasar Startup Jumbo, Kominfo Perlu Atur Sektor Teknologi

Mantan pegawai Microsoft itu memberikan jabatan CEO 99fang kepada professional dan memilih fokus dengan ByteDance. Dalam membangun ByteDance, Zhang dihadapkan dengan kepahitan lagi. Aplikasi garapannya tidak dilirik oleh investor. Konsep aplikasinya yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menyajikan konten relevan tidak dapat dipahami oleh investor.

Sejak diluncurkan Maret 2012, Zhang bahkan harus menghadapi penolakan dari investor sebanyak 20 kali. Tidak menyerah, pria 37 tahun itu kemudian membuat startup lain di Agustus 2012. Toutiao adalah sebuah platform aggregator berita yang kemudian menarik minat para investor.

Dengan berbagai investasi yang diterima, Toutiao berhasil ekspansi sampai ke luar China. Startup nya juga tidak hanya dinikmati dalam bahasa China, tetapi juga Bahasa Inggris melalui TopBuzz yang diluncurkan tahun 2015. Sukses dengan Toutiao, Zhang masih tidak puas.

Baca Juga:  Saingi TikTok, Youtube dan Google Kembangkan Aplikasi Baru

Dirinya kemudian merilis Douyin atau yang lebih dikenal sebagai TikTok. Tiktok merupakan aplikasi yang berisi video pendek lip-sync yang ia luncurkan pada September 2016. Hanya setahun kemudian tepatnya pada 7 April 2017, TikTok sudah resmi menjadi unicorn. Pada September 2017, ByteDance kemudian mengembangkan TikTok ke luar China. ByteDance juga membeli saingannya, Musical.ly pada 9 November 2017 seharga 1 miliar dolar AS.

Kini TikTok sukses di berbagai negara. Berdasarkan data SensorTower, April 2020 lalu TikTok telah diunduh sebanyak 2 miliar kali baik di Playstore maupun AppStore. Jumlah ini menempatkan TikTok menjadi aplikasi pertama yang memecahkan rekor dua miliar unduhan setelah keluarga Facebook (WhatsApp, Instagram, dan Messenger) di tahun 2014.

Baca Juga:  Grup Northstar Ungkap Karakteristik Startup yang Disukai Investor

Meski telah sukses mengembangkan aplikasi TikTok, Zhang masih belum berpuas diri. Dirinya diketahui sedang melirik aplikasi musik serupa Spotify. ByteDance direncanakan akan membuat ‘Resso’ aplikasi musik. Berbeda dengan Spotify, pengguna Resso akan dapat memberikan komentar pada lagu yang sedang diputar. Aplikasi ini tengah menjalani tahap uji coba di Indonesia dan India.