Teknologi OLED baru ini menggunakan film untuk memancarkan cahaya putih di antara lapisan reflektif, silver dan lainnya yang terbuat dari logam reflektif.

Jika ditanya, mungkin salah satu keluhan terbesar yang dirasakan oleh penggemar perangkat virtual reality (VR) adalah gangguan efek screen door (celah antara piksel) yang cukup terlihat mengingat jarak antara layar dan mata sangat dekat. Gangguan tersebut mungkin akan hilang sepenuhnya jika Samsung dan Stanford University berhasil melakukan penelitiannya.

Mereka telah mengembangkan teknologi OLED yang mendukung resolusi hingga 10.000 piksel per inci (PPI), sebagaimana dilaporkan oleh IEEE Spectrum. Resolusi ini jauh di atas pada hampir semua panel layar yang ada saat ini seperti perangkat VR modern Oculus Quest 2.

Dilansir dari Gizmochina (26/10), teknologi OLED baru ini menggunakan film untuk memancarkan cahaya putih di antara lapisan reflektif, silver dan lainnya yang terbuat dari logam reflektif dengan kerutan berukuran nano. “Optical metasurface” tersebut mengubah sifat reflektif dan memungkinkan warna tertentu beresonansi melalui piksel.

Desainnya yang seperti itu memungkinkan kepadatan piksel jauh lebih tinggi daripada OLED RGB konvensional yang biasanya ada di ponsel. Meski demikian, OLED tipe baru itu diinformasikan tidak mengurangi kecerahan agar pengalaman penggunaannya lebih optimal.

Panel OLED ini akan ideal pada penggunaan VR dan AR, menciptakan gambar yang hampir sempurna di mana pengguna tidak melihat gangguan screen door atau bahkan setiap piksel di perangkat VR/AR. Hal yang tidak kalah penting adalah perangkat mendatang ini akan tetap hemat daya mengingat karakteristik panel OLED.

Metode ini juga lebih praktis dari yang diperkirakan. Samsung sudah mengerjakan layar ukuran penuh menggunakan teknologi 10.000 PPI, dan desain kerutan membuat manufaktur skala besar menjadi layak. Tetapi belum ada informasi lebih lanjut kapan layar OLED 10.000 PPI ini akan hadir di perangkat VR/AR secara massal.

Source link