youtube

Guna menghadang TikTok, fitur Shorts ini dirumorkan akan bisa dioperasikan menggunakan semua musik yang telah dilisensi oleh Youtube.

Aplikasi hiburan berbasis berbagi video pendek sedang mengalami peningkatan pengguna.

TikTok diketahui menjadi salah satu aplikasi video pendek yang alami lonjakan pengguna di tahun 2020 dengan jumlah download mencapai kurang lebih 100 juta kali di platform Google Play Store.

Di masa-masa pandemi yang mengharuskan masyarakat harus melakukan kegiatan dari rumah juga membuat aplikasi ini menjadi alternatif hiburan bagi mereka yang merasa bosan.

Namun, sepertinya dominasi TikTok untuk kumpulan aplikasi berbasis video pendek akan mengalami sedikit ancaman.

Melansir dari CNET, Youtube dilaporkan sedang mengerjakan sebuah proyek yang kemungkinan akan diperkenalkan pada tahun 2020.

Baca Juga:  Waduh! Pemerintah Korsel Denda TikTok Rp2,2 Miliar

Proyek fitur tersebut digadang-gadang juga berbentuk hampir sama dengan TikTok dan diberi nama Shorts.

Fitur Shorts ini dirumorkan akan bisa dioperasikan menggunakan semua musik yang telah dilisensi oleh Youtube.

Mungkin ini lah cara Youtube untuk memberikan perbedaan yang signifikan dengan TikTok.

Dengan banyaknya jumlah lagu yang tersedia di Shorts, perusahaan berharap bahwa fiturnya ini akan lebih menarik perhatian penggunanya.

Terkait adanya rumor tersebut pihak Youtube diketahui masih belum memberikan statement pastinya.

“Kami tidak mengomentari rumor atau spekulasi,” kata juru bicara YouTube dalam email, seperti yang dikutip dari CNet.

Jika kabar ini adalah sebuah kebenaran, mungkin Shorts akan menjadi pesaing TikTok sesungguhnya khususnya di wilayah Amerika.

Baca Juga:  KPPU India Ungkap Dominasi Google Rusak Persaingan Usaha

Diketahui bahwa, pihak Amerika Serikat memang sudah memberikan sentimen kepada pihak TikTok sejak tahun lalu.

Bahkan Angkatan Laut AS juga telah memberikan peraturan kepada seluruh prajuritnya untuk tidak menggunakan aplikasi TikTok.

Beberapa pengusaha asal Amerika seperti CEO Reddit, Steve Huffman sempat menuduh bahwa aplikasi besutan ByteDance tersebut adalah aplikasi parasit dan mata-mata.

Dengan adanya penilaian negatif dari Amerika, maka peluang kebenaran adanya fitur baru di Youtube tersebut semakin besar.

Mengingat bahwa Google adalah perusahaan pengembang Youtube dan memiliki lisensi dagang milik Amerika Serikat.