Ralali, platform pasar B2B lokal, telah meraup USD 13 juta dalam putaran pendanaan Seri C yang dipimpin oleh Arbor Ventures dan TNB Aura Singapura serta oleh Mr Jo Hirao, pendiri perusahaan Jepang ZIGExN. Menurut pernyataan resmi, investor Ralali yang sudah ada, AddVentures dan Qualgro, juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini.

Menurut Crunchbase, ini membuat total pendanaan perusahaan menjadi USD 22,5 juta; mengikuti putaran seri B sebesar USD 7 juta pada September 2018.

Didirikan pada 2013 oleh Joseph Aditya, misi Ralali adalah memungkinkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk meningkatkan dan mempertahankan bisnis mereka. Ralali akan menggunakan dana segar untuk memperluas kapasitas teknologi dan timnya untuk membantu lebih banyak usaha kecil di Indonesia, kata Aditya dalam pernyataannya.

Perusahaan saat ini menghubungkan sekitar 12.000 pemasok dengan lebih dari 500.000 UMKM di seluruh negeri. Ralali sekarang menyediakan solusi pemenuhan dan pembiayaan untuk UMKM.

Program-program pembiayaannya termasuk pinjaman mikro dan persyaratan pembayaran telah membantu lebih dari 1.500 perusahaan pada platformnya.

Ralali juga mengklaim telah meningkatkan nilai barang dagangan bruto lima kali pada tahun 2018 dan sedang dalam jalur untuk mendaftarkan pertumbuhan tiga hingga empat kali di 25 kota di Indonesia tahun ini.

Selain itu, perusahaan berencana untuk memasuki Thailand tahun ini dengan bermitra dengan raksasa pasokan industri lokal Siam Cement Group, perusahaan induk dari AddVentures.