MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto- Ratusan driver GoCar di Mojokerto menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gojek Cabang Mojokerto, di Jalan Raya Desa  Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupataen Mojokerto, Selasa (26/11).

Para driver online ini menyampaikan lima tuntutan yang tertulis di banner yang mereka bawa. Di antaranya,  rasionalisasi insentif yang diturunkan dari Rp 260 ribu menjadi Rp 65 ribu. Penyusuaian tarif di jam malam dan di jam sibuk, pemerataan order dan perluasan area pelayanan, tindak lanjut wacana open susped atau amnesti, evaluasi sistem manajemen driver service unit (DSU) agar lebih kooperatif dan transparan.

Namun, di antara kelima tuntutan tersebut yang menjadi titik fokus adalah terkait pemangkasan insentif. Alasannya, membuat mereka mendapatkan keuntungan yang sangat minim. ”Kami menuntut insentif yang turun dari Rp 260 ribu menjadi Rp 65 ribu,” kata Koordinator Aksi Pengemudi GoCar Mojokerto Fahmi Farid.

Baca Juga:  Intensif Dipotong 50 Persen, Sopir Online Demo Kantor Gojek Palembang

Sementara insentif GoRide (ojek online sepeda motor) saja Rp 80 ribu. Menurutnya, hal itu dinilai tidak adil karena tidak berbanding lurus antara insentif GoRide dan GoCar. Mereka mengawali aksinya dengan melakukan orasi. Mereka juga membawa poster dan membentangkan banner bertuliskan Tanpa Kami GoCar Nol. Cukup Cintaku yang Kandas Jangan Insentifku. Tolong Pikirkan atau Carikan Solusi. Katanya Kami Mitramu.

Fahmi Farid mengaku, bahwa pihak Gojek memotong insentif tersebut sejak 2 bulan yang lalu. “Insentif sama sekali tidak cukup,” katanya. Sebab, pengeluaran setiap hari dengan pemasukan tidak sebanding.  ”Bensin saja sehari Rp 100 ribu, belum untuk makan, kopi, rokok. Belum lagi untuk anak dan istri kami di rumah, cicilan mobil ada yang mengangsur sampai Rp 3,5 juta sebulan,”imbuhnya. Mereka juga menunutut atas banyaknya akun driver yang diblokir secara sepihak. ”Kami menuntut Gojek supaya untuk segera mengembalikannya seperti semula,” tandasnya.

Baca Juga:  Intensif Dipotong 50 Persen, Sopir Online Demo Kantor Gojek Palembang

Bahkan, mereka mengancam akan menutup paksa Kantor Gojek Cabang Mojokerto jika tuntutan tidak segera dipenuhi. ”Kalau tidak segera dipenuhi, kami akan menutup kantor Gojek di Mojokerto. Tidak boleh ada lagi kantor Gojek beroperasi di Mojokerto,” tandasnya.

Sekitar 30 menit mereka berorasi lantas mereka meminta manajemen Gojek segera keluar kantor dan menemui para driver online ini. Namun, karena tak kunjung keluar, para sopir pun memaksa masuk ke dalam kantor untuk melakukan negoisasi dengan dikawal aparat kepolisian. Sementara, di luar kantor peserta aksi lainnya menggelar salat jenazah dengan mengumpulkan seluruh handphone lantas disalati berjamaah. (hin)



Source link