Pahamify

PitaData.com, JAKARTA– Platform belajar online, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) melakukan inovasi terkait konten belajar melalui konsep Google Search bagi Pelajar.

COO Pahamify Mohammad Ikhsan mengatakan ada dua fitur pada Mipi.ai, antara lain Tanya MIPI yaitu Teknologi Machine Learning yang bisa bantu siswa mencari tahu cara penyelesaian soal pelajaran secara mudah dan cepat.

“Fitur kedua, Forum Diskusi, yaitu tempat diskusi seputar pelajaran, aktivitas sekolah, maupun persiapan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai inovasi ini dapat mengunjungi https://mipi.ai,” ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Rabu (18/8).

Menurutnya pandemi turut memengaruhi pelaksanaan pendidikan di Indonesia baik siswa, orang tua, maupun guru harus beradaptasi dengan keadaan yang baru.

Baca Juga:  Cegah Penipuan Online, Google Kini Lebih Transparan Tentang Pengiklan di Platformnya

“Keadaan ini juga memicu adanya learning loss, yaitu terjadinya penurunan kemampuan siswa secara masif dan massal akibat tidak maksimalnya proses pembelajaran selama pandemi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi menambahkan suasana yang diterapkan di rumah sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan pemahaman anak.

“Harus diakui bahwa masa ini bukan masa yang mudah bagi anak, orang tua, maupun sekolah. Namun hal yang dapat dilakukan adalah menghadirkan suasana keluarga yang ramah anak dan materi pelajaran yang dikemas dengan cara kreatif dan menarik,” ungkapnya.

“Anak-anak unggul adalah mereka yang mampu beradaptasi terhadap situasi ini. Oleh karena itu, penting untuk mengatur gaya belajar dan situasi belajar bagi anak. Bukan dengan tekanan, tapi dengan memadukan antara kemampuan kognitif dan kemampuan afektif yang merangsang kreativitas, sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup,” lanjutnya.

Baca Juga:  Google Diduga Bayar Apple Rp175,8 Triliun untuk Jadi Pencarian Default

Sebelumnya Menteri Pendidikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim telah mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat COVID-19 yang tujuannya meringankan pelaksanaan pendidikan. Meski begitu, berdasarkan laporan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, masih ada 13 persen anak-anak Indonesia yang mengalami depresi karena situasi yang penuh dengan keterbatasan saat ini.