Jakarta: Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN) baru ternyata mengalami kesulitan dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Anwar Sanusi menyebut belum seluruh wilayah Kaltim tersentuh internet.

“Kaltim tidak hanya Bontang atau Samarinda. Jangan dianggap merata semua Kaltim ini,” kata Anwar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, Selasa, 14 Juli 2020.

Salah satu daerah yang disebut Anwar ialah Berau. Di Berau, katanya, peserta didik harus naik ke atas pohon dulu untuk mendapatkan sinyal internet.

Selain masalah internet, di Kaltim peserta didik juga kekurangan sarana belajar. Yakni gawai ataupun laptop. Anwar menyebut, tak semua peserta didik memiliki gawai. Hal ini disebabkan lemahnya perekonomian keluarga siswa.

Baca Juga:  Internet Provider Switch Mobile Bisa Jalan Terus Meski Kuota Habis

“Jadi jangan berpikir orang di Kaltim itu kaya semua. Tidak. Banyak di sini Kita itu susah. Jangan pikir karena banyak proyek lalu orang Kaltim SDM-nya bagus. Tolong ini jadi perhatian,” sambung dia.

Jika berbicara PJJ melalui radio ataupun siaran TVRI, Anwar menyebut hanya sebagian siswa yang bisa menikmatinya. Sebab ketersediaan listrik juga menjadi kendala serius di Kaltim.

“Yang di pedalaman ini, bangunan sekolahnya masih papan. Ini mau seperti apa. Wilayah mereka itu baru pakai solar cell untuk listrik. Bahkan listrik baru bisa dinyalakan dari enam sore sampai jam enam pagi,” pungkasnya.
(CEU)

Source link