Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mempercepat transformasi digital di tengah pandemi Covid-19.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Widodo Muktiyo memaparkan percepatan transformasi tersebut bisa menjadi solusi menangani krisis ekonomi kecil dan mikro.

“Kita jadikan perkembangan teknologi untuk memacu kembali pertumbuhan ekonomi kecil dan mikro. Secara demografis, pengguna aktif internet kita mayoritas adalah generasi milenial, usia 20 – 34 tahun,” ujar Widodo di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Widodo mengatakan, salah satu upaya yang tengah dilakukan pemerintah adalah berkolaborasi dengan platform-platform e-commerce untuk memasarkan produk dari usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

“Kita melakukan mitigasi terhadap UMKM di tengah pandemi, jangan sampai sudah jatuh dulu baru kita tolong. UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 sebelum kolaps, segera kita bantu untuk membuat market baru, agar bisa bertahan. Di tengah Covid-19 ini tidak hanya kesehatan saja yang kita tangani, tetapi juga sumber-sumber ekonomi untuk menjaga pasar tetap sehat,” ujarnya.

Baca Juga:  Teten Gandeng Marketplace-Fintech Dorong Digitalisasi UMKM

VP Corporate Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayau menerangkan upaya transformasi digital sektor Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) mendapat tantangan berupa masih rendahnya transaksi retail yang berlangsung di e-commerce.

Masyarakat Indonesia pada kenyataannya masih sangat bergantung pada model bisnis konvensional.

“Masih terjadi paradoks antara pengguna internet dan perkembangan bisnis di Indonesia. Hanya 5 persen yang melakukan transaksi retail di e-commerce, 66 persen masih belum punya rekening bank dan baru 16,3 persen yang mengadopsi teknologi dalam berbisnis,” ujar Siti Sufintri.

Sementara Ketua Komisi 1 DPR RI Meutia Viada Hafid menyatakan mendorong sektor UMKM ke dalam metode bisnis digital menjadi hal yang sangat urgen.

Baca Juga:  Sistem Cloud jadi Terobosan Baru Bisnis Pelaku UKM

“Pengadopsian internet di sektor UMKM diperlukan untuk melanjutkan kegiatan ekonomi mikro, meskipun terjadi pandemi sekalipun,” ujar Meutia.

Source link