Pengujian menunjukkan teknologi itu dapat mengurangi waktu dan upaya yang dibutuhkan pengemudi untuk berinteraksi dengan layar sentuh hingga setengahnya.

Jaguar Land Rover (JLR) dan Cambridge University mengembangkan sistem layar sentuh mobil. Uniknya, layar ini tidak perlu disentuh untuk mengaksesnya. Ini mungkin terdengar aneh, tetapi konsep teknologi seperti itu telah ada setidaknya satu dekade lalu. Dilansir dari Engadget (25/7), ada banyak aplikasi untuk sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) ini.

Para peneliti di JLR dan Cambridge mengemukakan bahwa “layar sentuh tanpa sentuhan langsung” akan membantu mengurangi penyebaran patogen dari permukaan, yang dapat terbukti sangat berguna saat wabah Covid-19. Selain itu, teknologi tersebut juga akan membantu menjaga perhatian pengemudi di jalan.

Pendeteksi gerakan (menggunakan sensor berbasis frekuensi radio atau visual) bekerja bersamaan dengan faktor-faktor lain, seperti pelacakan mata dan informasi kontekstual lainnya, untuk mengetahui tombol mana yang ingin ditekan. Sistem “sentuhan prediktif” berguna untuk memberikan akurasi yang lebih presisi saat mengakses layar.

Pengujian menunjukkan teknologi itu dapat mengurangi waktu dan upaya yang dibutuhkan pengemudi untuk berinteraksi dengan layar sentuh hingga setengahnya. Teknologi ini tidak akan sepenuhnya menghapus gangguan mengemudi saat melihat layar, sehingga tidak dapat sepenuhnya mengatasi distraksi pengguna. Namun dengan semakin banyak mobil memiliki layar sentuh, mengurangi waktu interaksi akan membantu pengemudi lebih fokus di jalan.

Selain di mobil, teknologi ini dapat berguna pada semua jenis layar sentuh publik. Misalnya, pembayaran mandiri di toko grosir atau swalayan bandara. Para peneliti menandakan bahwa teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk tampilan tanpa permukaan fisik, seperti hologram atau proyeksi.

Source link