JAKARTA – PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, Badan Usaha Mililk Negara (BUMN) penyedia jasa logistik di Indonesia, menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan rintisan atau startup Hara untuk percepatan dan penguatan aplikasi Warung Pangan sebagai solusi transformasi digital bagi warung tradisional.

Informasi saja, Hara merupakan startup lokal yang diklaim mampu menyediakan pertukaran data (data exchange) berbasis teknologi Blockchain serta tidak bisa diretas.

Teknologi ini biasa dipakai di industri keuangan. Menurut Direktur Pengembangan Usaha dan Sistem Informasi BGR Logistics, Tri Wahyundo Hariyatno, pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi bagi keberlangsungan pelaku UMKM di tengah pandemi COVID-19.

“Dengan memanfaatkan platform digital, pelaku UMKM termasuk warung tradisional, tetap bisa menjalankan usahanya dan melayani pelanggan tanpa harus melakukan kontak fisik. Selain itu UMKM juga punya peluang untuk membesarkan pasarnya,” kata dia, Sabtu, 11 Juli 2020.

Aplikasi Warung Pangan berbasis digital membantu pemilik warung untuk membeli stok bahan pangan dari BUMN Pangan berupa bahan sembako, seperti beras, minyak, dan gula, dengan mudah dan bebas biaya pengiriman.

BGR Logistics juga telah menyiapkan aplikasi Warung Pangan bagi masyarakat untuk memudahkan membeli barang di warung yang telah terdaftar menjadi mitra.

“Mereka berharap agar pendataan, verifikasi, dan registrasi warung dan UMKM ke platform yang sedang dipersiapkan dapat dilakukan percepatan,” ungkap Direktur Utama Startup Hara, Regi Wahyu.

Hara yang didirikan oleh Dattabot ini berfokus pada big data. Selain itu, Hara sudah menjadi anggota Blockchain for Social Impact Coalition (BSIC). Teknologi ini dinilai sebagai solusi bagi pihak-pihak yang memiliki dampak sosial, serta cara untuk mengumpulkan semua data sektor pertanian dan pangan dengan semua stakeholder yang membutuhkan.

Source link