PitaData.com, SINGAPURA — Sejumlah perusahan di Asia memilih menggunakan Oracle Autonomous Database karena dinilai dapat mempercepat inovasi, meningkatkan efisiensi, serta dinilai mampu melindungi data yang dimiliki.

Pawarit Ruengsuksilp, Analis Pengembangan Bisnis Forth Smart mengatakan bahwa saat ini perusahaan mampu melakukan 2 juta transaksi per hari dengan mengoperasikan lebih dari 120.000 mesin penjual otomatis yang menggunakan Oracle Autonomous Data Warehouse.

Sistem tersebut telah memberikan perubahan nyata yang lengkap bagi perusahaan sebab para pelanggan dapat melakukan berbagai hal seperti mengisi pulsa dan dompet elektronik, serta mentransfer uang dengan lebih efisien.

“Dengan Autonomous Database, kami dapat menghasilkan penghematan waktu ke dalam jaringan mesin penjual otomatis kami, padahal sebelumnya ini akan memakan waktu 2—3 hari,” ujarnya dalam Oracle Open World Singapore, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga:  Indonesia Butuh 9 Juta SDM Tambahan untuk Komputasi Awan Hingga 2030

Kondisi ini tentu saja memberikan dampak signifikan pada seluruh laporan keuangan perusahaan. Selain itu, mereka juga mampu melakukan segmentasi yang kompleks dan analitik prediktif.

“Pemanfaatan isistem ini yang memungkinkan kami untuk lebih memfokuskan upaya kami pada inovasi,” tuturnya.

Sementara itu, Louis Mah, Direktur Teknologi Informasi Hong Kong Maxim’s Group mengatakan bahwa saat ini perusahaannya memasarkan lebih dari 70 merek di wilayah Hong Kong dan Makau, China, serta Asia Tenggara di lebih dari 1.300 gerai. Dengan jumlah yang begitu besar, data memegang peranan yang sangat penting.

“Namun, dengan lebih dari 600.000 catatan transaksi per hari di Hong Kong saja, sulit bagi kami untuk melakukan pencatatan dengan cepat,” ucapnya.

Baca Juga:  Tokopedia dan Bukalapak bersama-sama sedang mengembangkan marketplace halal

Untuk itulah perusahaan memanfaatkan Autonomous Data Warehouse dan Oracle Analytics Cloud, yang  digabungkan dengan detail dari sistem ERP. Sistem tersebut memungkinkan mereka mendapatkan informasi dengan cepat, khususnya mengenai kebiasaan dan perilaku konsumen

“Ini penting, terutama karena kami ingin berekspansi ke Cina Daratan dan lebih jauh lagi ke Asia Tenggara,” tambahnya.

Steve Chang, Chief Information Officer Kingold mengatakan, sebelum menggunakan Autonomous Data Warehouse dan Oracle Analytics Cloud, perusahaan harus membayar mahal dan sangat bergantung pada pembelian laporan dari pihak ketiga.

“Sekarang, kami dapat melakukan sebagian besar penelitian dan analisis sendiri. Output-nya juga sangat membantu tim penjualan kami berbasis data dan mengidentifikasi properti mana untuk menargetkan pelanggan yang tepat, yang sebelumnya hanya menggunakan naluri mereka untuk membuat keputusan,” katanya.

Baca Juga:  Viral Saham Bukalapak All Time Low, Investor Rugi Rp800 Juta?

Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam Masuk / Daftar Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Source link