GenPI.co – Indonesia memiliki banyak sekali anak bangsa yang bertalenta tinggi di bidang teknologi. Salah satunya adalah Meidy Fitranto.

Ketertarikan di bidang artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan membuat pria kelahiran 1988 ini membuka sebuah perusahaan Startup bernama Nodeflux. Ia mendirikan perusahaan tersebut bersama temannya Faris Rahman.

Januari 2016 Nodeflux resmi berdiri dan berkantor dengan menyewa sebuah rumah kecil di kawasan  Kemang Dalam, Jakarta Selatan.

Meidy bercerita, Nodeflux awalnya fokus pada pengembangan deep learning computer vision. Ia melihat bidang tersebut sebagai peluang dan Indonesia masih menjadi pasar yang baru untuk adopsi teknologi tersebut.

Namun pada 2017, fokus bisnisnya kemudian bergeser ke AI Vision dan mendapatkan pendanaan dari Telkomsel.

Meidy dan Faris yang sama-sama lulusan Institut Teknologi Bandung itu kemudian berhasil mengembagkan VisionAire, yang secara teknis merupakan otak dasar  dari implementasi AI Nodeflux.

VisionAire dapat digunakan pada sumber perangkat keras apa saja, baik itu CCTV, webcam, ponsel, kamera atau lainnya.

Teknologi itu kemudian memungkinkan Nodeflux dapat melakukan ekspansi pada berbagai layanan yang tidak terbatas terkait smart city.

Tahun 2018, Nodeflux juga bekerjasama dengan Polri, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jasa Marga untuk implementasi teknologi.

Solusi yang dihadirkan Nodeflux di antaranya teknologi pengenal wajah, penghitung dan klasifikasi kendaraan untuk membedakan motor ataupun jenis kendaraan berukuran kecil, menengah dan besar, hingga pendeteksi muka air, yang menunjang solusi smart city.

Nodeflux juga terlibat dalam kegiatan pengamanan Asian Games 2018 dan IMF-World Bank Group Summit 2018.

Tak hanya berjaya di dalam negeri, Nodeflux juga melebarkan sayapnya ke luar negeri. Masih di tahun 2018, Nodeflux juga secara resmi menjadi bagian dari program NVIDIA-Metropolis Software Partner Program (Nvidia-MSPP).

Nodeflux dengan 80 karyawan itu menjadi perusahaan AI Indonesia pertama yang masuk dalam daftar ini, bersama 24 perusahaan AI papan atas dari seluruh dunia.

Menurut Meidy, industri teknologi bidang AI terus berkembang. Ia juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat investor tergiur untuk menanamkan modal.

“Perkembangan teknologi ini sangat menarik. Ini bukan cuma di Indonesia, tapi seluruh dunia karena growth cukup besar dan sangat menjanjikan, implementasinya cukup besar,” pungkas Meidy.(ANT)

Source link