Perkembangan layanan teknologi di bidang teknologi komputasi awan (cloud) kini semakin masif. Setiap perusahaan bersaing dengan menunjukkan kelebihannya masing-masing.

Terobosan serupa dilakukan oleh NetApp, yang menghadirkan kontainer sistem komputasi awan dengan serverless dan storageless. Melalui produknya ini, NetApp menawarkan layanan penyimpanan hybrid cloud yang otonom.

Perisahaan cloud-led, data-centric software global yang berbasis di Amerika Serikat ini mengklaim, dapat membantu menyederhanakan dan mengoptimalkan pengelolaan multicloud untuk performa besar dengan biaya rendah.

“Layanan ini menawarkan portabilitas untuk aplikasi awan yang kaya data dan menghadirkan solusi komperehensif bagi lingkungan hybrid cloud,” kata CEO NetApp, George Kurian.

Kontainer tanpa server dan tanpa tempat penyimpanan dari NetApp ini digadang mampu mempermudah organisasi untuk membangun, menerapkan, dan menjalankan aplikasi berbasis layanan mikro (microservice-based).

Baca Juga:  PJJ Terhambat, Internet Masih Sulit di Ibu Kota Negara Baru

“Termasuk biaya yang efisien pada Kubernetes tanpa harus mengelola penyimpanan dan layanan data,” tambah Kurian.

Di Indonesia, layanan ini menghadirkan visibilitas dan kontrol penuh atas seluruh lingkungan hybrid. Sehingga perusahaan dapat menghemat komputasi dan penyimpanan hingga 90%.

NetApp Virtual Dekstop Management Service (VDMS) bisa mengelola penuh dari desain Virtual Desktop Infrastructure (VDI) hybrid cloud yang tervalidasi. “Solusi-solusi ini membantu pengelolaan sumber daya infrastruktur organisasi untuk memenuhi kebutuhan pekerja remote yang meningkat. Sumber daya dapat dioptimalkan secara berkelanjutan tanpa menambah kerumitan serta mengurangi biaya hingga 50%,” tandasnya.

Source link