JawaPos.com–Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) memasuki hari kedua. Dilaksanakan secara daring, terdapat beberapa kesulitan yang dirasakan siswa. Salah satunya adalah operasi aplikasi yang digunakan.

”Pada hari kedua ini beberapa siswa masih kesulitan. Kebetulan sistem MPLS sekolah menggunakan google form dan google meet. Ternyata mereka cukup sulit dan bingung,” tutur Waka Kesiswaan SMAN 5 Surabaya Mokhamad Imron pada Selasa (14/7).

Solusinya, Imron meminta siswa untuk datang ke sekolah dan diajari secara langsung. Di SMAN 5, agenda MPLS menekankan pada materi kegiatan kesiswaan, pengenalan sekolah dan pendidikan karakter. Setelah guru menjelaskan secara live selama 30 menit, siswa diberi tugas untuk dikerjakan secara langsung selama 1 jam dan diawasi guru.

”Kendala lain yang ditemui adalah pembagian waktu guru. Jadi guru yang harusnya mengajar kelas lain, harus mendampingi MPLS. Solusinya, kami menempatkan guru lain untuk backup,” tutur Imron yang juga menjadi ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) se Surabaya itu.

Imron berharap agar pemerintah turut memperhatikan banyak hal dalam pelaksanaan jam belajar secara daring. Salah satunya kuota internet. ”Meskipun siswa di SMAN 5 yang mengeluhkan kuota internet nggak sampai 5 persen, tapi tetap harus diperhatikan,” terang Imron. Hingga saat ini, sekolah berusaha memahami siswa yang terkendala kuota dengan memberikan tugas ulang yang diingatkan via WhatsApp.

Source link

Baca Juga:  Penyanyi Kristina Minta Maaf Pada Via Vallen Gara-gara Konten YouTube, Begini Kronologinya