Liputan6.com, Jakarta Visi Indonesia 2045, seperti yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo adalah menjadi sebuah negara maju di 100 tahun kemerdekaannya. Untuk itu, dibutuhkan upaya dari segala industri dan sektor kehidupan untuk berubah menuju arah yang lebih baik.

Oleh karenanya, dalam mendukung visi tersebut, festival teknologi dan sains tahunan, DISRUPTO Fest, akan kembali digelar di 17-18 Juli 2020 dengan mengangkat tema Exploration and Experimentation untuk menjajaki tantangan dan kesempatan yang akan dihadapi manusia di masa akan datang.

Festival yang kali ini dilaksanakan secara virtual dan akan dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G. Plate serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim ini akan menghadirkan beragam inovator dunia yang menyajikan eksplorasi dan eksperimentasi untuk membantu kelangsungan hidup manusia di masa depan.

Baca Juga:  Lantik 29 Pejabat, Nadiem Ingatkan Soal Ketertinggalan Pendidikan

Selain itu, festival teknologi dan sains virtual yang pertama kali dilakukan di Indonesia ini akan memperlihatkan kemajuan teknologi dan sains yang telah dicapai manusia sekaligus membuktikan esensi keberadaan teknologi untuk membantu kelangsungan hidup manusia dan menjawab berbagai tantangan yang akan dihadapi manusia di masa depan.

Beberapa tantangan yang menjadi highlight dalam festival DISRUPTO kali ini antara lain prediksi pandemi di masa depan yang bisa lebih parah daripada COVID-19 yang kini menginfeksi lebih dari 3 juta orang dan ancaman kelaparan dan krisis pangan global setelah pandemi.

Untuk itu, DISRUPTO Fest 2020 menghadirkan para ilmuwan kaliber dunia seperti Mark Post yang akan bicara tentang daging buatan dari sel kultur dan Nanshu Lu, pengembang tato elektronik yang dapat digunakan untuk mengecek kondisi kesehatan penggunanya. Selain itu festival ini juga akan turut menghadirkan para inovator pada bidangnya masing-masing, seperti Ariel Ekblaw dari MIT Media Lab yang akan bicara tentang bagaimana ia membuat simulasi bermasyarakat di luar angkasa melalui Space Exploration Initiative yang ia pimpin, Cyril Diagne seorang artist-in-residence Google yang akan menjelaskan proyek aplikasi augmented reality untuk memindai benda nyata masuk ke dalam layar komputer, Dean Ho dari The N.1 Institute of Health National University Singapore yang akan bicara tentang sistem kecerdasan buatan untuk menemukan kombinasi terapi bagi penyakit menular.

 

Tidak hanya itu, DISRUPTO Fest 2020 juga akan menghadirkan para inovator dalam negeri seperti Irene Agrivina dari XXLab Jogjakarta yang akan bicara mengenai penemuan tekstil dari bahan limbah tahu dan tempe serta Sharlini Erliza Putri dari perusahan rintisan Nusantics yang akan bicara mengenai genomik dan kaitannya dengan visi manusia untuk tinggal di luar angkasa. Selain topik yang berkaitan dengan teknologi dan sains, DISRUPTO Fest 2020 pun turut membahas perkembangan-perkembangan yang mungkin terjadi di masa depan dalam sejumlah bidang.

Arsitek Andra Matin dan Bupati Tulang Bawang, Umar Ahmad, contohnya akan berbicara mengenai bagaimana tananan suatu kota di masa depan dalam kacamata arsitektur dan perencanaan ruang. Selain itu, Pangeran Siahaan, sosok di balik platform Asumsi, dan Haifa Inayah, pendiri Catch Me Up, sebuah media newsletter yang tengah digemari anak muda saat ini, akan berbicara mengenai kecendrungan dan betuk media massa di masa depan.

Dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang dibahas dalam festival ini, kurang lebih membuat kita akan memahami seperti apa gambaran hal-hal yang akan kita temui sehari-harinya nantinya di masa depan. Festival ini dapat disaksikan secara gratis tanpa melalui registrasi terlebih dahulu melalui aplikasi dan web browser Vidio serta aplikasi Cakap. Dimulai dari jam 10 pagi hingga malam, cukup kunjungi kedua platform tersebut pada tanggal 17-18 Juli 2020 dan klik banner DISRUPTO untuk menyaksikannya. Kunjungi Instagram @disrupto.id untuk informasi lengkap mengenai jadwal acara.

 

(*)



Source link