Beranda Virtual Reality Mengenal Teknologi VR yang Dimainkan Jokowi dan Bos Facebook

Mengenal Teknologi VR yang Dimainkan Jokowi dan Bos Facebook

0
47

Sabtu (17/2) ini, Presiden RI Joko Widodo mengenang kembali kunjungannya ke markas Facebook di Silicon Valley, Amerika Serikat. Dalam kunjungannya itu, ia juga bertemu CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

Dalam postingan yang ia unggah di Facebook, Jokowi menceritakan salah satu kegiatan yang paling berkesan dalam kunjungannya itu, ialah memainkan game dengan perangkat virtual reality (VR) alias realitas maya bersama Zuckerberg.

“Ketika mengunjungi kantor pusat Facebook di California, Amerika Serikat dua tahun lalu, saya malah diajak bermain pingpong oleh tuan rumah, Mark Zuckerberg. Mainnya seru juga. Tapi, ini benar-benar pengalaman yang baru: saya bergerak memukul bola, tapi tak ada bola dan tanpa meja. Hanya dengan memegang kontrol serasa bet dan kacamata virtual, saya bermain tenis meja. Luar biasa,” tulis Jokowi.

Kunjungan Jokowi ke markas Facebook pada 2016. (Foto: Mark Zuckerberg/Facebook)

Bahkan, ia mengaku sempat menanyakan Zuckerberg apakah perangkat itu bisa digunakan untuk kegiatan lain, dan dijawab “Iya, bisa,” oleh bos Facebook tersebut. Diketahui, Jokowi dan Zuckerberg bermain game pingpong virtual menggunakan kacamata VR buatan Oculus.

Mungkin beberapa dari kalian belum tahu apa itu VR dan bagaimana cara kerjanya. Oleh karena itu, kami akan memberikan gambaran besar mengenai teknologi realitas maya.

Sejarah Virtual Reality (VR)

Virtual reality adalah teknologi yang memungkinkan seseorang berinteraksi dengan lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Pengguna seolah-olah terlibat secara fisik dengan lingkungan yang ditampilkan secara virtual melalui perangkat seperti kacamata VR.

Baca Juga:  [Rumor] Berdasarkan Microsoft Store PES 2021 Hanya akan Jadi DLC PES 2020

VR yang terkenal di era ini, banyak diimplementasikan di dalam teknologi komputer. Biasanya ada beberapa sistem perangkat yang diasosiasikan dengan teknologi VR, seperti headset, sarung tangan khusus, alat pemantau gerak kaki, dan sebagainya.
Melalui headphone atau speaker, pengguna dapat mendengarkan suara yang realistik. Dengan headset, sarung tangan yang berfungsi sebagai pengendali, dan perangkat pendeteksi gerakan lainnya, membuat semua gerakan dipantau oleh sistem yang memberikan reaksi yang sesuai sehingga pengguna seolah merasakan apa yang dilihatnya terasa nyata.

Mark Zuckerberg menguji perangkat VR Oculus. (Foto: Mark Zuckerberg via Facebook)

Jadi, dengan perangkat VR, kamu bisa melihat ‘dunia lain’ yang terasa nyata, bisa kamu lihat baik ke depan, kiri, kanan, atas, atau ke belakangmu.

Menurut The Verge, awal mula kehadiran definisi VR masih jadi pembahasan. Konsep mengenai apa yang ditawarkan VR sebenarnya sudah ada sejak berabad-abad, tapi yang ide awal yang paling modern sebagai cikal bakal VR hadir pada tahun 1950-an.
Saat itu, ada beberapa sosok visioner yang melihat adanya kemungkinan menyaksikan sesuatu pada sebuah layar yang ‘tak ada batasnya’, alias bisa melihat ke sekeliling seperti yang VR tayangkan sekarang. Namun, saat itu teknologinya belum cukup baik untuk mewujudkan ide tersebut.

Facebook Siap Bikin Portal, Perangkat Khusus untuk Video Chat

Berkat Hugo Barra, Facebook dan Xiaomi Kolaborasi Bikin Kacamata VR
Bertahun-tahun berbagai pihak mencoba mewujudkan ide tersebut, karena dianggap dijanjikan. Bahkan, teknologi ini pun mulai dipakai oleh militer untuk latihan berperang.
Hingga tahun 1980-an dan 90-an, beberapa orang mulai merancang kembali ide mengenai VR, saat perangkat personal computer (PC) mulai banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Namun, sekali lagi, visi itu tidak cocok dengan apa yang dikerjakan saat itu. Pertengahan 90-an, VR secara industri tertutup dan tidak terlihat bagaimana perkembangannya, karena saat itu lebih populer teknologi yang mengubah dunia, yaitu internet.

Baca Juga:  Bukan Jakarta, Palangkaraya Lokasi Terbaik Main Mobile Game

Hingga pada tahun 2010, seorang pemuda bernama Palmer Luckey merancang purwarupa pertama dari perangkat VR bernama Oculus Rift. Perangkat kacamata VR ini memungkinkan pengguna melihat ke sekitar. Menjadi sesuatu yang baru dan perangkat ini menjadi dasar dari pengembangan perangkat VR ke depannya.

Oculus Rift dianggap menakjubkan karena akhirnya secara perlahan membawa ide lama itu menjadi nyata. Manusia bisa melihat ‘dunia lain’ melalui sebuah kacamata.
Karena masih purwarupa, maka perangkat itu belum sempurna dan masih mengalami sejumlah masalah seperti, seperti lagging atau patah-patah saat dipakai melihat lingkungan sekitar.

Perusahaan virtual reality, Oculus. (Foto: Oculus via Facebook)

Masa depan virtual reality pun semakin menjanjikan, apalagi setelah Oculus diakuisisi oleh raksasa media sosial Facebook pada tahun 2014 dengan nilai 2 miliar dolar AS. Tentu ini menjanjikan, karena kita tahu Facebook adalah satu perusahaan teknologi terbesar saat ini.

Dan jangan lupa juga, Mark Zuckerberg sudah menyatakan komitmennya untuk mengembangkan teknologi masa depan tersebut. Setelah ini, kita akan menjadi saksi peralihan era yang baru, menuju realitas maya.

Baca Juga:  9 Game Android Terbaik Buatan Indonesia yang Bisa Kamu Download di PlayStore

Perkembangan Teknologi VR

VR tak hanya berfungsi untuk bermain game saja, walau saat ini masih identik dengan game karena adanya PlayStation VR dari Sony. Tapi, sebenarnya VR sudah digunakan untuk banyak bidang lainnya.

Bidang itu tersebar mulai dari industri manufaktur untuk membantu analisis mesin, menonton film, simulasi astronaut di luar angkasa, kesehatan, psikologi, militer seperti yang telah disebutkan di atas, musik, arsitektur, pemasaran, dan edukasi.

Mark Zuckerberg menjajal sarung tangan Oculus. (Foto: Mark Zuckerberg via Facebook)

Sudah sangat luas bukan? Apalagi di sektor kesehatan, VR sangat penting untuk para calon dokter dalam melakukan operasi, atau memudahkan astronaut beradaptasi dengan lingkungan di luar angkasa.

Kemudian pada bidang arsitektur, VR digunakan untuk melakukan perancangan gedung dan struktur-struktur pembangunan bangunan.

Bahkan, tenaga pendidikan telah mengaplikasikan VR dalam industrinya untuk digunakan di laboratorium fisika virtual, studi tentang bencana, dan sebagainya. Sementara pada industri hiburan ada museum virtual, permainan balapan 3D, hingga taman virtual.

Menikmati virtual reality dengan Samsung Gear VR. (Foto: Samsung Indonesia)

Beberapa perusahaan teknologi besar saat ini sudah mulai menciptakan perangkat VR masing-masing, mulai dari Oculus Rift dari Facebook, Google Cardbord dan Google Daydream, HTC Vive, Microsoft HoloLens, Samsung Gear VR, hingga Lenovo Explorer.
Menarik untuk melihat bagaimana teknologi VR diperluas ke depannya, dan bagaimana teknologi ini bisa semakin dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Saat ini, sejumlah perusahaan terus mengembangkan kemampuan VR, yang mulai diintegrasikan juga ke dalam ponsel untuk memudahkan kita menggunakannya.

Source link

TIDAK ADA KOMENTAR