elon musk

Di dua minggu terakhir, masyarakat Indonesia mendadak akrab dengan Zoom. Aplikasi telekonferensi/video call asal Amerika Serikat ini emang membantu untuk tetap bisa kuliah selama masa physical distancing di masa pandemi virus Corona.

Namun banyak pihak yang mengeluhkan masalah keamanan dan privasi dalam penggunaan Zoom. Dikutip dari Reuters, bahkan CEO Space X, Elon Musk, sampai mengirimkan email ke para karyawannya yang berjumlah lebih dari 6.000 orang untuk melarang penggunaan aplikasi ini untuk bekerja dan berkomunikasi.

Sementara salah satu klien terbesar Space X, yaitu NASA, lewat juru bicaranya Stephanie Schierholz juga melarang karyawannya memakai Zoom.

Jadi, apa masalahnya yang bikin bos perusahaan teknologi nomor satu di dunia dan NASA sampai melarang penggunaan Zoom?

Yang paling mengemuka adalah masalah zoombombing. Ini adalah situasi saat masuknya orang asing ke dalam telekonferensi kita saat kita lagi pakai Zoom. Orang ini juga bisa menyebarkan konten berupa kejahatan, misalnya pornografi dan rasisme. Lebih parah lagi, informasi pengguna Zoom juga bisa diteruskan ke Facebook.

Dilansir dari BBC News, seorang hacker yang juga mantan karyawan National Security Agency (NSA), Patrick Wardle, juga menyebut bahwa pengguna Mac jauh lebih berisiko untuk dibajak webcam dan mikrofonnya.

Gara-gara kehebohan ini, Zoom langsung merespons. Founder Zoom, Eric Yuan, langsung meminta maaf kepada para pengguna Zoom.

“Kami meminta maaf atas kebingungan yang kami ciptakan dengan menyebut bahwa Zoom menggunakan end-to-end encryption,” katanya dalam blog Zoom.

“Kami sedang meninjau proses dan protokol kami, untuk memastikan ini tidak terjadi lagi,” tulis Eric.

Dalam waktu 90 hari mendatang, Eric berjanji akan memperbaiki sistem keamanan Zoom.

Dikutip dari The Verge, pengguna Zoom meningkat dari 10 juta pengguna menjadi 200 juta pengguna dalam waktu singkat. Sayangnya, peningkatan ini gak diimbangi dengan peningkatan kualitas keamanan bagi pengguna.