Sabtu, 4 Januari 2020 08:00
Reporter : Merdeka

Menengok Strategi Bos Amazon Kembangkan Usahanya
Jeff Bezos . REUTERS

Merdeka.com – Amazon saat ini merupakan salah satu perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat. Bukan hanya sebagai wadah penyedia jasa jual-beli online atau e-commerce saja, melainkan juga pembuat perangkat lunak.

Dilansir dari laman Entepreneur.com, Amazon mampu mengembangkan usahanya ke berbagai industri lainnya, dengan cara mengelola keuangan perusahaan dengan baik. Mengutip dari data statistik kuartal 2 atau Q2 pada tahun 2018 dan tahun 2019, Amazon tumbuh pesat di berbagai sektor, kecuali toko fisik seperti Whole Foods (yang tetap datar), pendapatan Amazon tumbuh dari tahun ke tahun.

Pada Q2 2019, dari pendapatan e-commerce saja, Amazon besutan Jeff Bezos ini menghasilkan pendapatan bersih sebesar USD 31,1 miliar atau Rp432 triliun ( USD 1= Rp13.892).

Selain dari penjualan toko online, Amazon juga menghasilkan USD 12 miliar atau Rp166 triliun dari hasil layanan penjualan pihak ketiga, yang naik 23 persen dari tahun 2018, yang termasuk komisi, shipping, biaya pemenuhan, dan layanan penjualan lainnya yang terkait dengan belanja online.

Baca Juga:  Amazon Bidik UMKM – Startup Indonesia, Saingi Google hingga Alibaba

Sementara itu, sektor yang paling cepat berkembang adalah cloud Amazon Web Services (AWS), dan layanan berlangganan, termasuk Amazon Prime, Amazon Music, dan prime video.

1 dari 2 halaman

Biayai Film

rev1

Amazon mampu menghabiskan miliaran setiap tahun, untuk membiayai film dan serial asli baru (serta konten berlisensi) melalui Prime Video dan Amazon Studios-nya. Perang yang semakin meningkat untuk konten streaming asli, semakin meningkat karena Amazon bersaing tidak hanya dengan Netflix dan Hulu tetapi juga Apple TV +, Disney +, HBO Max dan banyak lagi.

Menurut perkiraan terbaru dari Synergy Research Group, pangsa pasar AWS duduk di 33 persen pada Q2 2019, naik dua kali lipat dari pesaingnya yakni Microsoft Azure.

Baca Juga:  Penjelasan Gojek Atas Hilangnya Opsi Go-Ride

Pendapatan AWS juga melonjak 37 persen dari tahun ke tahun menjadi USD 8,4 miliar atau Rp 116 triliun, karena Amazon berfungsi sebagai cloud hosting dan platform penyimpanan untuk persentase internet yang semakin besar.

2 dari 2 halaman

Bisnis Periklanan

rev1

Akhirnya, ada pertumbuhan 37 persen untuk kategori lainnya, yang meliputi bisnis periklanan Amazon yang berkembang pesat, bersama dengan Facebook dan Google.

Meskipun Amazon tidak menyebutkan angka penjualan perangkat dalam rilis pendapatannya, tetapi termasuk dalam pendapatan keseluruhan adalah penjualan perangkat Echo yang diaktifkan Alexa, tablet Kindle dan e-reader, dan produk teknologi konsumen bermerek Amazon lainnya.

Kini, cakupan Amazon semakin meluas lebih jauh, dengan memiliki platform live-streaming platform Twitch, Audobook company Audible, situs web film IMDb, dan sejumlah perusahaan lain e-commerce dan ritel, perangkat lunak dan layanan, farmasi, dan lainnya.

Baca Juga:  Asisten Pribadi Alexa Bakal Bisa Kontrol Aplikasi iOS dan Android?

Selain itu, masih ada perusahaan lain yang dimiliki Amazon yakni penyedia keamanan rumah “Ring”, seperti yang dilaporkan Motherboard, perusahaan pengawas video tidak hanya memasarkan teknologinya kepada konsumen biasa, tetapi juga kepada pemerintah daerah dan departemen kepolisian di seluruh negeri, untuk mengiklankan, mendistribusikan, dan menggunakan produk Ring.

Serta, produk Ring dapat digunakan oleh polisi dengan teknologi pengenalan wajah melalui layanan Rekognition-nya, yang semakin memperluas jangkauannya ke layanan pemerintah dan penegakan hukum. [idr]

Baca juga:
Jeff Bezos Ingin Amazon Bersinergi Dengan Pentagon
Saat Miliuner Dunia Dikritik Nyumbang Rp1,3 Triliun
Miliuner Prancis Berpotensi jadi Orang Terkaya Dunia Kalahkan Bill Gates & Jeff Bezos
Bill Gates Kembali Jadi Orang Terkaya Dunia Lampaui Jeff Bezos
Harga Rumah Para Miliarder Dunia, Ada yang Sampai Rp1.000 Triliun





Source link