JAKARTA –¬† Mendekati tahun 2020 semakin banyak yang memprediksikan market crypto terutama Bitcoin akan melonjak di tahun depan.

Terlebih bulan Mei mendatang Bitcoin akan mengalami halving.

“Meski seringkali harga Bitcoin dilihat sedang menurun namun bila chart harga dilihat lebih jauh, sebenarnya Bitcoin menunjukkan kenaikan,” kata Fransiskus, Business Development Indodax saat¬†Coinfest Roadshow 2020 di Jakarta belum lama ini.

Fransiskus menyampaikan materi analisis fundamental Bitcoin mengutip akun twitter @Frogolocalypse yang mengatakan untuk melihat peningkatan tersebut, harga Bitcoin harus diperhatikan dari titik terendah tahunannya.

Titik terendah tahunan atau yearly low Bitcoin semakin lama kian mencapai titik yang lebih tinggi.

“Menjelang akhir 2019 harga Bitcoin nampaknya belum menuju tanda perbaikan siginifikan. Per 17 Desember harga aset kripto paling populer itu berada di angka US$6.900. Turun dari harga sebelumnya yang berada di harga US$7.000,” katanya.

Penurunan harga ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya diduga karena sentimen negatif Cina terhadap Bitcoin, dan banyak kasus peretasan serta pencurian aset kripto yang tahun ini terjadi diberbagai bursa exchange.

Hingga penutup tahun nanti diperkirakan harga Bitcoin tidak jauh dari kisaran angka tersebut.

Menurut analis kripto dari MAW Enterprise yang membawakan materi Bitcoin Technical Analysis, penurunan harga ini dianggap wajar karena 1 tahun sebelum Halving .

Bitcoin akan naik kemudian turun menunggu ada bullish structure, karena itu trader disarankan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembelian.

Source link