PIKIRAN RAKYAT – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang mendukung orang-orang bermain game dengan kampanye #PlayApartTogether agar orang tinggal di rumah dan menghindari penyebaran virus corona.

Namun, jika bermain berlebihan dapat berakibat fatal. Baru-baru ini dilaporkan seorang remaja berusia 15 tahun ini dilarikan ke rumah sakit setelah setelah tiba-tiba pingsan di rumahnya.

Remaja bernama Xiaobin asal Tiongkok itu tak dapat menggerakkan tangan kirinya akibat terlalu lama bermain game.

Sejak Tiongkok menerapkan lockdown karena Covid-19, remaja itu tinggal di kamarnya dan bermain game selama 22 jam setiap hari selama satu bulan.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari World of Buzz, stasiun TV lokal, Nanning Television melaporkan Xiaobin tinggal di rumah karena banyak sekolah ditutup akibat pandemi yang melanda Tiongkok.

Baca Juga:  Bahaya, Jangan Download 47 Game Android Ini dari Play Store

Orang tuanya juga tidak mengetahui kegiatan remaja tersebut yang mengunci diri dari dalam kamar.

Xiaobin mengatakan kepada orang tuanya bahwa dirinya sedang mengikuti kelas online.

“Dia menutup jendela dan mengunci pintu. Kami tidak tahu apa yang dia lakukan di sana, ” kata orang tuanya kepada wartawan.

Orang tuanya kemudian melihat pesan dengan teman-teman Xiaobin yang mengatakan hanya tidur 2 jam per hari.

Xiaobin saat ini menjalani perawatan di rumah sakit tetapi masih belum diketahui kapan akan pulih.

Dr. Li, seorang spesialis otak di rumah sakit yang menangani Xiaobin mendiagnosisnya dengan stroke otak.

Dokter mengatakan kondisi Xiaobin karena bermain game terlalu berlebihan dan kekurangan waktu tidur.

Baca Juga:  6 Game MOBA Terbaik dan Populer, Tunjukkan Skill Bermain Anda

Source link