Banyak penelitian dilakukan ilmuwan untuk menemukan vaksin terkait covid-19. Berbagai ujicoba mulai dari metode deteksi sampai solusi terus dilakukan, termasuk oleh para peneliti dari akademisi Indonesia.

Pada studi awal yang dilakukan mahasiswa Universitas Padjajaran dengan menyelidiki kulit buah manggis, menyatakan bahwa senyawa yang terdapat pada kulit buah manggis berpotensi melawan COVID-19.

Senyawa alfa mangostin yang diisolasi dari kulit buah manggis memiliki khasiat sebagai antiinflamasi atau anti-peradangan dan antioksidan.

Studi ini dilakukan oleh Syahrul Hidayat (Farmasi), Namira Assyfa Nuazizah (Pendidikan Dokter), dan Kelvin Fernando Pratama (Farmasi). Mereka menemukan bahwa senyawa turunan alfa mangostin berpotensi melawan virus SARS-CoV-2, bahkan tingkat toksisitas atau kemampuan merusak sel sehatnya begitu rendah bila dibandingkan dengan senyawa kimia buatan pabrik.

Baca Juga:  Indonesia Sudah Pakai Teknologi AI Deteksi Covid-19

“Selain itu, sampai saat ini pengelolaan COVID-19 masih seputar mengobati gejala karena belum ada obat atau vaksin yang secara definitif mampu mengatasi COVID-19 itu sendiri,” ujar Syahrul dalam siaran persnya, Kamis (15/10). “Karena itu, ini menjadi peluang menemukan senyawa baru yang lebih baik.”

Penelitian lain, imbuh Syahrul, membuktikan bahwa alfa mangostin yang diisolasi dari kulit buah manggis memiliki aktivitas antivirus yang mirip dengan Nelfinavir. Senyawa itu sendiri merupakan obat anti-HIV yang selama ini juga digunakan sebagai salah satu metode pengobatan gejala COVID-19.

Riset rujukan itu menyebut Nelfinavir berperan menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-2. “Kita punya ide kalau aktivitasnya sama maka senyawa alfa mangostin pun memiliki aktivitas yang sama terhadap virus SARS-CoV-2,” tutur Syahrul.

Baca Juga:  Amazon Bangun dan Kelola 3 Data Center di Jakarta

Mereka lantas melakukan rekayasa untuk memodifikasi senyawa alfa mangostin. Dengan menggunakan metode komputasi yang dibantu Guru Besar Fakultas Farmasi Unpad Prof Muchtaridi, dihasilkanlah senyawa FKS9 yang secara spesifik memiliki aktivitas terhadap protein yang ditemukan di virus Corona yakni Mpro.

Kendati demikian, studi ini masih awal dan berdasarkan rekayasa komputasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut di laboratorium untuk mendapat hasil yang lebih spesifik.

Source link