Kementerian Perindustrian berupaya mendorong agar industri di semua sektor gencar memanfaatkan teknologi digital, terutama Internet of Things atau IoT. Potensi pasar IoT ditaksir mencapai Rp 444 triliun pada 2022.

“IoT fundamental, saat ini tumbuh pesat. Ke depan bisa link and match dengan industri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam video conference pada Selasa (21/7).

Adapun potensi pasar sebesar Rp 444 triliun, terdiri dari aplikasi dan konten sebesar 78%, jaringan sebesar 13%, dan platform sebesar 9%. Agus juga memperkirakan perusahaan yang dapat memanfaatkan teknologi IoT dalam menjalankan operasional mampu mengefisienkan biaya produksi 12% hingga 15%. Apalagi, jika infrastruktur internet sudah maksimal.

Baca Juga:  ASN Unggul Berperan Keberhasilan Program e-Services

“Ketika selesai satelit Palapa Ring dibangun, akan dukung internet kecepatan tinggi. Masalah konektivitas selesai, dan tidak ada lagi masalah konektivitas IoT,” ujarnya.

Tidak hanya IoT, pihaknya juga mendorong agar industri mangadopsi teknologi lainnya seperti big data, kecerdasan buatan atau artificial intelligence, komputasi awan atau cloud computingdan keamanan siber. “Infrastruktur digital di Indonesia bawa peluang positif, potensinya bisa mencapai US$ 150 miliar di 2025,” katanya.

Tahun lalu, riset Asia IoT Business menunjukkan, hanya 8,9% perusahaan Indonesia yang sudah mengadopsi IoT. Adopsi IoT kalah dibanding Thailand, yang sudah mencapai 10,7%.

Meski begitu, adopsi IoT di Indonesia lebih unggul dibanding Malaysia sebesar 5,1%, Filipina 2,8%, dan Vietnam 2,1%. Direktur Asia loT Business Platform Irza Suprapto mengatakan, perusahaan manufaktur yang paling banyak mengadopsi IoT di ASEAN.

Baca Juga:  Proyek Ini Mengubah Emisi CO2 Menjadi Pakan Ternak

“Ini konsisten dengan apa yang telah kami saksikan dalam empat tahun terakhir, perusahaan di Indonesia dan Thailand paling banyak berinvestasi  teknologi dan mulai menuai hasilnya sekarang,” katanya.

Sementara itu, survei yang dilakukan PricewaterhouseCoopers atau PWC pada akhir tahun lalu menyebutkan mayoritas penerus bisnis perusahaan keluarga menilai teknologi Internet of Things (IoT) merupakan yang paling penting dalam menjalankan usahanya.

Source link