TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah daerah di Indonesia masih memiliki keterbatasan untuk menjalankan pembelajaran secara daring atau online.

Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan M. Hasan Chabibie mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan portal Rumah Belajar.

“Ada kondisi banyak sekali kepulauan di sana yang tidak memungkinkan koneksi internet dengan baik, oleh karenanya kami dari sisi Rumah Belajar mencoba memberikan beberapa alternatif,” ujar Hasan saat konferensi pers daring, Rabu (15/7/2020).

“Sehingga beberapa titik yang tidak memiliki Internet atau terbatas itu bisa melakukan sekian aktivitas yang dijalankan,” tambah Hasan.

Hasan mengatakan proses pembelajaran offline dapat dilakukan selama ada listrik menggunakan sistem PSP offline.

Pembelajaran juga bisa dilakukan menggunakan pendekatan blended learning.

“Memungkinkan para guru atau para pengajar bisa berkreasi mengkombinasikan kan antara tatap muka dengan proses pembelajaran secara online,” kata Hasan.

Sementara bagi kondisi yang terjangkau akses internetnya dapat memaksimalkan proses e-learning.

Rumah Belajar telah digunakan untuk pembelajaran secara gratis selama sembilan tahun. Hasan mengatakan portal Rumah Belajar telah dikunjungi sebanyak 157 juta kunjungan.

Source link