Kejora Ventures dan InterVest, melalui perusahaan patungan mereka InterVest Star SEA Growth Fund I, melakukan investasi di perusahaan startup teknologi DIVA yang terdaftar Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut pernyataan resmi, investasi itu melalui perjanjian jual beli (SPA) dengan M Cash Integrasi yang menjual sebagian saham DIVA-nya.

Meskipun tidak ada rincian keuangan yang diungkapkan dalam pernyataan pers, juru bicara mengatakan mereka menjual “di bawah 10%” sahamnya di DIVA kepada Kejora-Intervest.

Kejora dan InterVest memiliki aset yang dikelola gabungan lebih dari USD 1 miliar. Mereka mengelola aset strategis dan portofolio perusahaan teknologi di berbagai industri seperti fintech, rantai pasokan, e-commerce, dan modal manusia.

Pada bulan Maret 2017, Kejora Ventures memimpin putaran pendanaan Seri A di platform point-of-sale (POS) Pawoon yang menjual 30% sahamnya ke DIVA awal bulan ini.

DIVA adalah solusi perangkat lunak yang menargetkan perusahaan kecil dan menengah (UKM), memberdayakan mereka untuk menjual produk digital seperti voucher sambil menerima berbagai mode pembayaran.

Pada bulan Oktober 2018, perusahaan go public, mengumpulkan Rp 632 miliar (USD 43 juta).

Sebelum transaksi terjadi dengan Kejora Ventures dan InterVest, MCash memegang 12,3% saham DIVA.

Pemegang saham terbesar perusahaan adalah publik (24%), diikuti oleh 1 Inti Dot Com yang memegang 21% saham DIVA. Presiden dan direktur M Cash, Martin Suharlie memiliki 14% saham, sementara Kresna Karisma Persada memegang 14.1% saham, menurut data BEI.

DIVA dilaporkan telah membukukan laba bersih sebesar Rp 40,1 miliar (USD 2,8 juta) pada kuartal kedua 2019.