Eric beserta timnya juga baru saja melakukan studi untuk mengembangkan program untuk mendeteksi COVID-19 dengan kecerdasan buatan melalui gambaran X-ray yang disebut The FIGHT COVID-19 Study.

Eric mengatakan, program ini dapat menurunkan beban kerja bagi para tenaga kesehatan dan petugas laboratorium dalam melakukan pemeriksaan RT-PCR, serta membantu proses pelayanan khususnya di RS rujukan, dan membantu layanan yang tidak memiliki banyak sumber daya karena software-nya yang bisa tersedia secara offline.

Eric menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan studi pertama di Indonesia terhadap penggunaan kecerdasan buatan yang berdasarkan machine learning. Ia menambahkan, studi ini bisa digunakan untuk assessment dalam triase pada proses pelayanan pasien saat dia pertama kali diterima di RS dan bisa digunakan untuk deteksi dini.

Baca Juga:  Facebook hapus grup anti-masker yang sebarkan misinformasi COVID-19

Dalam penjelasannya, program yang mereka kembangkan akan mendeteksi COVID-19 berdasarkan foto rontgen paru dengan melakukan analisis tekstur untuk melihat dan menentukan lesi

“Kita mesti melakukan image normalization berdasarkan foto rontgennya, di mana secara otomatis software ini akan melakukan segmentasi dari gambaran foto rontgen yang sudah ada kemudian akan dilakukan texture analysis melihat dengan lesi berdasarkan color heat map untuk menentukan dimana ada lesi tersebut.”

Program nantinya akan melakukan kuantifikasi dalam bentuk presentasi di mana area yang sesuai dengan gambaran COVID-19 bisa terlihat.

Studi ini sendiri melibatkan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Universitas Indonesia, serta Delft Imaging Belanda.

Baca Juga:  Facebook Gunakan Teknologi AI untuk Deteksi Persebaran Covid-19



Source link