Teknologi kecerdasan artifisial akan mewarnai kehidupan manusia saat ini dan di masa depan. Saat pandemi Covid-19 kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pun sudah berkontribusi dalam bidang kesehatan.

Untuk mengupas peluang dan kemampuan Indonesia dalam AI ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan mengelar Artificial Intelligence Summit 2020 secara virtual.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, dalam gelaran tersebut ada lima topik yang diangkat yakni kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan/riset, mobilitas atau smart city.

“Di masa pandemi Covid-19 kerja digital AI sangat berperan seperti di bidang kesehatan, begitu pula pascapandemi nanti,” katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Hammam mengungkapkan, AI Summit merupakan inisiasi BPPT atas arahan Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dalam strategi nasional AI ditempatkan dalam peta riset perencanaan pembangunan nasional. Tujuannya agar Indonesia bisa berdaya saing dengan negara lain.

Baca Juga:  SDM Unggul Jadi Kunci Masa Depan Perusahaan

Terkait bidang kesehatan, AI berperan untuk menemukan herbal yang cocok untuk penyembuhan Covid-19. Apalagi saat ini sebagian besar bahan baku obat dari impor. Selain itu sejak Maret 2020 AI sudah berperan dalam penanganan Covid-19.

Sebagai contoh pengumpulan data x-ray, CT Scan untuk melihat virus di dalam paru-paru. Dalam riset ini penanganan Covid-19. Ke depan AI akan mewujudkan kedokteran 4.0 dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Di sisi lain kecerdasan buatan (AI) memiliki peran penentu arah Indonesia mengejar pertumbuhan ekonomi.

Selama empat hari dari 10-13 November 2020 AI Summit digelar. Narasumber dari setiap webinar pun berasal dari dalam dan luar negeri. Sejumlah menteri pun akan menjadi pembicara.

Baca Juga:  Belanja Video Game AS Juni Rp 17,7 Triliun, Naik 26 Persen

“Kita bisa belajar teknologi AI secara lokal dan global, sekaligus membangun ekosistem pentahelix,” ucapnya.

AIS 2020 juga lanjutnya, menjadi ajang unjuk kemampuan kita pada masyarakat global akan kemampuan komponen bangsa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial dan untuk menunjukkan berbagai produk Inovasi dalam kecerdasan artifisial di Indonesia.

Kecerdasan artifisial telah memengaruhi semua disiplin keilmuan, ekonomi, dan industri. Beragam aplikasi kecerdasan artifisial secara global juga terus berkembang pesat, seiring makin majunya infrastruktur komputasi, dan kemudahan dalam memperoleh, memproses, menyimpan, dan mengirimkan data.

Pemanfaatan kecerdasan artifisial pun sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, yakni untuk menggunakan kecerdasan artifisial dalam pelayanan publik pemerintahan, hingga penegakan ketertiban dan keamanan oleh unsur kepolisian dan militer.

Baca Juga:  Startup Bikin GPS Tracker Untuk Pantau Kendaraan Real Time

“Tantangan Indonesia dalam menerapkan kecerdasan artifisial adalah, kesiapan regulasi yang mengatur etika penggunaan dan pemanfaatan yang bertanggung jawab,” ungkap Hammam.

Selain itu juga diperlukan kesiapan tenaga kerja terampil yang mengembangkan dan menggunakan kecerdasan artifisial, kesiapan infrastruktur komputasi dan data pendukung pemodelan kecerdasan artifisial, dan kesiapan industri dan sektor-sektor publik dalam mengadopsi inovasi-inovasinya menuju Indonesia 2045.

Saat ini sudah terdaftar 4.000 pengunjung yang akan menghadiri acara. Untuk pameran virtual diikuti oleh 7 lembaga pemerintah, 8 perguruan tinggi, 10 industri internasional, 12 industri nasional, 15 start up dan 13 asosiasi di bidang teknologi big data, AI, cloud computing dan internet of things.

Source link