Jakarta

Microsoft Corp mengatakan telah memangkas tenaga kerjanya di seluruh wilayah saat berakhirnya tahun fiskal akhir Juni lalu. Raksasa perangkat lunak yang berbasis di Washington ini tidak menjabarkan berapa banyak pekerja dan wilayah perusahaan yang terdampak.

Dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2020), Business Insider melaporkan Microsoft memangkas kurang dari 1.000 pekerja di seluruh bisnisnya minggu ini. Termasuk karyawannya di portal berita online MSN.com dan divisi cloud Microsoft Azure.

Juru bicara Microsoft mengatakan hal ini biasa bagi perusahaan untuk mengevaluasi kembali bisnisnya ketika memasuki tahun fiskal baru. Hal ini pernah dilakukan Microsoft pada tahun 2017, perusahaan ini memangkas ribuan pekerjaan dalam rangka melakukan reorganisasi perusahaan.

Baca Juga:  Investasi Startup, Gojek dan Grab Tiru Microsoft hingga Google

Selain pemangkasan pekerja, pada akhir bulan lalu Microsoft mengatakan akan menutup toko ritelnya yang akan menurunkan nilai aset perusahaan mencapai US$ 450 juta setara Rp 6,6 triliun (kurs Rp 14.600) di tengah pandemi virus Corona.

Namun, hasil kuartal ketiga Microsoft mengalahkan penjualan Wall Street. Laba perusahaan pun meningkat dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Hal ini didukung oleh permintaan aplikasi obrolan, video virtual, dan layanan games di Xbox yang meroket akibat masa pandemi virus Corona memaksa orang tetap di rumah.

Pendapatan perusahaan tercatat naik 15% menjadi US$ 35,02 miliar (Rp 517 triliun) di kuartal-III sementara laba bersih naik menjadi US$ 10,75 miliar (Rp 158 triliun) atau US$ 1,40 per saham.

Baca Juga:  Mata Uang Kripto Berkembang, Microsoft Sampai Rilis Pendataan Berbasis Bitcoin untuk Lawan Covid-19

Source link