Musibah Pandemi Covid-19 merubah banyak hal, termasuk pendidikan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia menganjurkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring di seluruh Indonesia.

Sejak pemerintah mengumumkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), siswa, orangtua, maupun guru harus terbiasa dengan pembelajaran online. Salah satunya melalui gadget.

Namun hal ini tidak mudah bagi sebagian warga. Apalagi untuk orang-orang yang tinggal di daerah dengan jaringan kurang baik seperti di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Warga Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat sulit belajar secara online karena jaringan internet kurang baik.

Siswa pelajar di Desa Tablolong sangat sulit mendapatkan jaringan internet. Terlebih disaat listrik padam, jaringan internet mati total.

Baca Juga:  Mulai Tahun Ini Ada Fitur Belanja di WhatsApp

Selain persoalan jaringan, mereka berhadapan dengan masalah keterbatasan gadget sebagai penunjang pembelajaran.

Contohnya Mama Sandora dan beberapa orang di kampung tersebut.

Para tetangga menitipkan anaknya untuk belajar bersama anak Mama Sandora, Nurul Purnama (11 tahun), karena tidak memiliki gadget.

Mama Sandora menemani belajar tiga orang anak di rumahnya di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Ketiga anak tersebut merupakan anak Mama Sandora dan anak tetangganya. Mereka belajar bersama karena keterbatasan gadget dan susahnya sinyal di kampung tersebut.***

Source link