Pengguna gadget di Indonesia tak lama lagi akan mendapat pilihan penyedia layanan seluler baru, yakni Switch Mobile yang merupakan provider berbasis digital, mirip By.U dari Telkomsel yang sudah meluncur lebih dulu.

Kehadiran Switch Mobile diumumkan dalam acara konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Co-Founder dan Chief Experience Officer Switch, Andry The mengatakan, Switch dibuat dengan mengutamakan layanan kemudahan dan kenyaman “worry free” yang menyasar para generasi muda usia 17 tahun hingga 35 tahun.

“Mereka ingin kemudahan dan tidak ingin khawatir terhadap jumlah kuota atau memperhatikan masa aktif kartu habis, kami ada fitur-fitur itu,” ujar Andry.

Konsep “bebas khawatir” ini diwujudkan dalam bentuk kuota darurat yang memungkinkan pelanggan Switch Mobile tetap terhubung ke internet meskipun kuota data utama sudah habis.

Baca Juga:  Biar Internet Gak Lemot, Coba Ikuti Ini Guys

Kuota darurat akan aktif secara otomatis di saat kuota pengguna telah habis. Andry mengklaim pengguna bakal tetap bisa melakukan chatting, atau browsing tanpa menggunakan paket, hingga masa aktif kartu habis.

Masa paket aktif awal kartu mencapai 120 hari, selanjutnya, di saat pengguna membeli paket lagi, maka masa aktif kartu secara otomatis meningkat hingga 90 hari. Namun, fitur ini hanya dapat digunakan dengan kapasitas kecepatan yang dibatasi.

“Jadi di saat paket habis, pengguna masih dapat menggunakan paket emergency untuk telepon, SMS, dan internet secara gratis untuk mengakses kebutuhannya, tetapi untuk awal ini, masih belum kami batasi,” ujarnya.

Bisnis Switch Mobile merupakan bagian dari Sinarmas Group. Operasionalnya pun bertumpu pada jaringan operator seluler Smartfren yang sama-sama bernaung di bawah konglomerasi itu.

Baca Juga:  AJI: Pemblokiran Internet Alat Pemerintah Kendalikan Keadaan

Source link