Saat ini, penerapan teknologi Artificial Intelligence/AI (kecerdasan buatan) sudah meluas ke berbagai sektor industri. Mulai dari industri pertanian, energi, kesehatan, agrikultur, ritel, telekomunikasi, transportasi, pendidikan hingga pemerintahan.

Sebagai contoh di industri kesehatan. Teknologi AI telah berhasil dikembangkan untuk membantu para tenaga medis seperti dalam mendeteksi kanker, penemuan obat-obatan baru dan berbagai kemajuan lain di industri ini.

Berbicara mengenai AI, adopsi teknologi ini di perusahaan/organisasi (Enterprise AI) global nyatanya sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan. Sekitar 27% dari perusahaan global saat ini tercatat telah menggunakan Enterprise AI untuk tujuan mendapatkan atau meningkatkan penghasilan.

Bahkan, survei DXC terkait AI di tahun 2019, mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 sebagian besar perusahaan di dunia akan meninggalkan tahapan perencanaan bisnis biasa mereka dan mulai menggunakan aplikasi berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggannya.

Baca Juga:  Alibaba Ramal Makin Banyak Perusahaan RI Investasi Jumbo Teknologi AI

“Dengan demikian, Enterprise AI itu nyata dan benar-benar terjadi,” ujar Nash Palaniswamy, General Manager, AI & HPC Solution and Sales, Intel, dalam acara Intel AI Summit 2020 yang digelar beberapa waktu lalu.

Investasi Intel di Bidang AI

Terkait dengan AI sendiri, Nash dalam presentasinya mengatakan bahwa Intel memiliki tiga fokus investasi berbeda yang telah dilakukan untuk mempermudah perjalanan para kliennya dari berbagai industri dalam mengadopsi AI.

Ketiga fokus itu di antaranya ekosistem, software (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras).

Pertama, yakni ekosistem. Nash mengungkapkan,“Jika Anda melihat investasi kami dalam ekosistem, kami sedang menganalisis dan memastikan ada solusi kecerdasan untuk pelanggan kami menggunakan komunitas yang berkembang untuk mempublikasikan AI saat ini dan yang akan datang. Dan kami juga berinvestasi dan melakukan inovasi dengan startup (perusahaan rintisan) dan semua inovator di seluruh dunia.”

Baca Juga:  Kampus AS Bikin Video Palsu Kecelakaan Misi ke Bulan

Source link