Bogor: Peran insinyur diharapkan lebih produktif di tengah pandemi covid-19 ini. Terutama dalam mengembangkan dan menguatkan industri 4.0 di Indonesia.
 
“Di saat pandemi seperti saat ini, insinyur profesional semakin diperlukan. Misalnya dalam pengembangan dan penguatan industri electric vehicles, hydrogen vehicles, dan semikonduktor,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat pengukuhan insinyur Program Profesi Insinyur Angkatan I Tahun 2019/2020 IPB University, Sabtu, 25 Juli 2020.
 
Insinyur juga diharapkan mengambil peran dalam perluasan teknologi 5G data, jejaring, serta teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Pengembangan-pengembang riset itu pun tetap harus berbasis green economy dan untuk mencapai diversifikasi rantai pasok (supply value chain).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




Happy





Inspire





Confuse





Sad


“Tantangan yang perlu segera dijawab para insinyur antara lain pengembangan otomotif atau autoparts, komponen elektronik atau semikonduktor, teknologi alat kesehatan dan biofarma, pengembangan energi terbarukan, pengembangan 5G dan big-data, serta penguatan kerja sama riset,” kata Siti.
 
Siti menjadi salah satu peserta pengukuhan insinyur ini bersama 434 peserta Program Profesi Insinyur Angkatan I. Ia memastikan pemerintah mendukung langkah-langkah dan kiprah profesi insinyur Indonesia.
 
Rektor IPB University Arif Satria berharap semua insinyur lulusan jalur Rekomendasi Pembelajaran Lampau (RPL) ini menjadi SDM yang mendukung pelaksanaan Program Profesi Insinyur jalur reguler.
 
Salah satu inovasi yang telah ditelurkan insinyur di IPB, kata Arif, adalah inovasi smart forestry berupa fire risk system. Sistem ini dikembangkan untuk bisa memprediksi kebakaran hutan enam bulan sebelum kejadian.
 
“Kita tidak cukup hanya mengetahui pohon, kita harus mengetahui hutan. Saat ini berbagai variabel begitu tali-temali sehingga kita tidak bisa menyelesaikan masalah hanya dengan single variabel. Kita harus mengikuti tatanan baru dan kompleksitas yang ada, sehingga pemahaman terhadap ekosistem menjadi sebuah keniscayaan,” tutur Arif.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, menyampaikan saat ini Indonesia sedang mendorong pembangunan infrastruktur. Hal ini diharapkan menjadi konektor pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan kegiatan masyarakat yang mengangkat ekonomi bangsa secara signifikan.
 
“Pembangunan ke depan diharapkan berbasis pembangunan yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” kata dia.
 
Program Profesi Insinyur adalah program pendidikan tinggi setelah program sarjana. Program ini diharapkan bisa melahirkan insinyur yang andal dan profesional. Yakni, mampu meningkatkan nilai tambah, daya guna, dan hasil guna untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
 
Sebanyak 434 insinyur yang dikukuhkan terdiri atas 24 orang dari Bidang Keinsinyuran Industri Pertanian, 34 orang dari Industri Keinsinyuran Teknik Pertanian, dan 376 orang dari Bidang Keinsinyuran Teknik Kehutanan.

 

(UWA)

Source link