Palembang, Sumselupdate.com – Ratusan driver taksi online (Gocar) menggeruduk Kantor PT Gojek Palembang di Jalan Basuki Rahmat, Kamis (3/10/2019).

Massa yang tergabung dari belasan komunitas driver ojek/taksi online di Sumsel ini melakukan unjuk rasa akibat akan diturunkanya insentif dari pihak perusahaan kepada driver hingga membuat kersahan.

Demonstran menuntut manajemen PT Gojek yang berencana menurunkan insentif driver hingga 50 persen pada 7 Oktober mendatang, sehingga driver merasa keberatan karena  memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin sulit.

“Mereka menurunkan insentif driver secara tidak manusiawi, insentif bakal diturunkan 50 persen per 7 Oktober nanti. Kalau memang ada penyebab, ajak kami duduk diskusi,” ujar pendemo.

Tidak hanya itu, masa aksi juga ingin pihak gojek dapat menemui mereka untuk melakukan mediasai. “Kami harap salah satu pimpinan PT Gojek menemui kami di luar, jangan hanya lihat dari dalam kantor,” tegas koordinator demo dalam orasinya.

Aksi unjuk rasa driver Gocar.

Menanggapi hal tersebut, Teuku Parvinanda selaku Head of Regional Corporate Affairs Wilayah Sumatera mengatakan, insentif merupakan kebijakan dari perusahaan, berupa bonus yang diberikan.

“Mengenai kebijakan skema insentif, dapat kami sampaikan bahwa insentif adalah bonus tambahan yang diberikan Gojek, demi menjaga kualitas layanan. Skema insentif akan selalu menyesuaikan kondisi pasar karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra Gojek.” Paparnya.

Lanjutnya salah satunya diwujudkan dengan membuka kesempatan bagi para mitra untuk mendapat pendapatan tambahan melalui sektor informal. Pendapatan yang berkesinambungan bagi mitra driver senantiasa menjadi pertimbangan pohaknya dalam mengambil keputusan terkait, termasuk dalam kebijakan penyesuaian insentif.

“Dapat kami informasikan meski dengan adanya penyesuaian insentif, mitra masih bisa mendapatkan penghasilan di atas UMK Kota Palembang. Sehingga perlu kami sampaikan bahwa besaran penyesuaian insentif tidak serta merta mengurangi pendapatan mitra,” tuturnya.

Lanjutnya, penyesuaian skema insentif dilakukan agar Gojek dapat terus melakukan berbagai inovasi, perbaikan sistem, standar pelayanan maupun mendorong berbagai program untuk meningkatkan pertumbuhan pengguna.

“Hal ini kami lakukan agar Gojek tetap menjadi platform pilihan konsumen sehingga dapat memastikan keberlangsungan pendapatan Mitra kami secara jangka panjang,” ulasnya.

Pihaknya berharap, mitra dapat menerima kebijakan ini dan bersama-sama dengan Gojek untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik.

“Semangat kami dari pertama kali beroperasi di Palembang sampai sekarang tetap sama, agar melalui teknologi yang kami kembangkan seluruh mitra dapat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan,” pungkasnya. (syd)

Yuk bagikan berita ini…



Source link