Jakarta, CNN Indonesia —

Kepala BPPT Hammam Riza menyatakan Indonesia berhasil mengembangkan alat berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi virus corona Covid-19. Dia mengatakan sistem bisa mempercepat tenaga medis mengeluarkan diagnosis.

“Ada artificial intelligence untuk deteksi Covid-19,” ujar Hammam dalam diskusi virtual BNPB bertema ‘Bangga Alkes Buatan Indonesia’, Rabu (15/7).

Hammam menuturkan alat berbasis kecerdasan buatan itu dalam bentuk CT Scan dan x-ray. Dia berkata alat itu bersifat komplemen terhadap deteksi berbasis PCR dan rapid test.

Lebih lanjut, Hamam menuturkan x-ray memanfaatkan machine dalam mendeteksi Covid-19. Sedangkan pencitraan x-ray menggunakan deep learning untuk mendeteksi Covid-19 dan decision support system berbasis KGS dan sebaran epidemiologi.

“Jadi kami optimis buatan Indonesia itu layak dipakai kita semua, masyarakat Indonesia. Dan dalam semangat bangga buatan Indonesia, kita harus yakin bahwa produk kita ini bisa bersaing dengan produk luar negeri,” ujarnya.

Di sisi lain, Hammam menuturkan konsorsium riset dan inovasi Covid-19 berkomitmen untuk melakukan akselerasi inovasi teknologi untuk mengatasi pandemi Covid-19. Dia mengatakan pihaknya menargetkan bisa menghasilkan semua produk pengetesan, penelusuran, isolasi, dan perawatan.

Di sektor pengujian, dia berkata konsorsium akan mempercepat proses skrining masyarakat untuk memetakan dan mengelola sebaran transmisi Covid-19. Selain itu, konsorsium akan menciptakan jejaring laboratorium dan SDM untuk pengujian dengan metode berbasis RT-PCR.

Untuk pengujian dan penelusuran, konsorsium menyiapkan mobile laboratorium Bio Safety Level 2 dan menyediakan produk medis, seperti ventilator, mobile hand washer, face shield, hand sanitizer, hingga biskuneo.

Selain itu, konsorsium akan menguatkan sistem informasi dan aplikasi AI untuk diagnosis Covid-19.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Baca Juga:  4 Fitur HUAWEI nova 7 ini Siap Manjakan Anda