ILUSTRASI. The logo of Amazon is seen at the company logistics centre in Boves, France, January 19, 2019. REUTERS/Pascal Rossignol

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

PitaData.com – NEW YORK. Komisi Antimonopoli AS telah memperluas pengawasan terhadap Amazon.com Inc di luar operasi ritelnya. Mengutip Bloomberg, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini, otoritas mulai mengawasi bisnis komputasi awannya (cloud) perseroan.

Penyelidik di Komisi Perdagangan Federal atau Federal Trade Commission (FTC) telah menanyakan perusahaan perangkat lunak ini tentang praktik di sekitar unit cloud Amazon yang dikenal sebagai Amazon Web Services (AWS).

Baca Juga: ICP November naik menjadi US$ 63,26 per barel, terkerek optimisme kesepakatan dagang

Baca Juga:  Aplikasi Android Sudah Bisa Dipakai di Windows 11

Penyelidikan FTC ini memberi sinyal bahwa agensi tersebut mengambil pandangan yang lebih luas pada perusahaan untuk menentukan apakah melanggar undang-undang antimonopoli dan merusak persaingan.

AWS mendominasi pasar untuk teknologi komputasi awan dasar yang menyediakan daya penyimpanan dan komputasi yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi. 

Menutur analis, bisnis Amazon ini terbilang beberapa kali lebih besar dari saingan terbesarnya yakni Microsoft Corp dengan produk Azure. Perusahaan riset IT Gartner Inc menempatkan pangsa pasar AWS sebesar 48% dan Microsoft sebesar 16%.

AWS menyumbang 60% dari pendapatan operasional Amazon dalam 12 bulan terakhir yang telah dilaporkan. Profitabilitas unit usaha ini dalam beberapa tahun terakhir telah membantu membuat para investor senang. 

Baca Juga:  Amazon Web Services Mau Buka Region Baru di Indonesia

Baca Juga: Mayoritas pasar saham Asia Tenggara berseri, cuma Filipina yang terkoreksi

Padahal perusahaan terus membakar banyak uang untuk memperluas bisnis ritel dan komputasi awan.

Amazon juga menjual berbagai produk yang berjalan di atas layanan dasar tersebut, seperti basis data, alat pembelajaran mesin, dan produk pergudangan data. 

Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Tendi Mahadi

Source link