TRIBUN-MEDAN.com-Humas Gojek Sayangkan Tudingan Sepihak Para Driver, Sebut Kebijakan Bukan dari Medan namun Nasional.

Seratusan pengemudi ojek online yang bernaung di Gojek melakukan aksi unjuk rasa di Komplek CBD Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (13/8/2019).

Kedatangan seratusan pengemudi ojek online di Komplek CBD tersebut membawa spanduk dan bendera merah putih.

Tidak hanya itu, mobil komando juga diturunkan dalam aksi damai yang berlangsung pada hari ini.

Pantauan Tribun Medan di lokasi, sebelum memulai orasinya, para pengemudi serentak menyanyikan lagu Kebangsaan Republik Indonesia.

Usai menyanyikan lagu kebangsaan Republik Indonesia ini, orasi pun dilanjutkan dengan berbagai tuntutan.

“Kami meminta perataan orderan. Karena orderan berbeda jauh dengan jumlah driver yang ada. Orderan terbatas,” ujar seorang pria yang berada di atas mobil komando.

Sambung pria yang mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘Gojek’ ini juga meminta agar pihak perusahaan mau mendatangi massa dan menerima aspirasinya.

“Hentikan pembodohan terhadap Mitra, kami meminta agar pimpinan yang berada di Kota Medan segera menjumpai kita di sini,” ungkapnya.

Tidak hanya orasi, pantauan Tribun Medan di lokasi, para massa aksi membawa spanduk yang bertuliskan
‘Hentikan Pembodohan Terhadap Mitra’ dan ‘Tolak Kepemimpinan Aditya’.

Para pengemudi juga meminta agar pimpinan Gojek Indonesia untuk mengganti pimpinan di Kota Medan.

Terkait tudingan adanya pembodohan terhadap mitra, Tribun Medan mencoba konfirmasi kepada pihak Gojek, melalui sambungan seluler.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda mengatakan bahwa kebijakan Gojek selalu memperhatikan mitra, konsumen, dan kelangsungan perusahaan untuk bisa terus memberikan dampak sosial yang luas.

“Karena kebijakan Gojek sejauh ini selalu konsisten.

Dan kebijakan itu bukan dari kota per kota, namun kebijakan yang berlaku di Gojek itu ditetapkan dari pusat dan diterapkan ke daerah-daerah,” ujarnya.

Saat disinggung terkait tudingan yang disampaikan para pengemudi ojek online saat orasi di mana mengatakan untuk menolak pimpinan di Kota Medan, dia menjelaskan bahwa tudingan tersebut tidak relevan.

“Saya rasa tidak relevan jika ada tudingan pimpinan di Kota Medan tidak becus.

Ya kami sangat menyayangkan karena adanya tudingan hal tersebut, apa lagi adanya ucapan pembodohan terhadap mitra,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, tapi namanya orang lagi demo, apapun bisa keluar dari situ.

Source link